Bahaya Plastik Hitam untuk Bungkus Makanan, Ini Risikonya bagi Kesehatan
- 27 Agt 2026 18:05 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Plastik hitam atau kantong kresek masih sering digunakan untuk membungkus makanan karena praktis dan mudah ditemukan. Namun, kebiasaan ini sebaiknya mulai ditinggalkan, terutama ketika plastik digunakan untuk membungkus makanan secara langsung.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjelaskan bahwa sebagian besar kantong plastik kresek merupakan hasil daur ulang. Bahan tersebut dapat berasal dari berbagai limbah sehingga tidak dianjurkan untuk mewadahi langsung makanan.
Masalahnya bukan sekadar warna hitam, tetapi asal bahan dan keamanan plastik tersebut untuk pangan. Plastik daur ulang dapat mengandung bahan kimia yang tidak semestinya bersentuhan langsung dengan makanan.
Risikonya menjadi perhatian ketika makanan yang dibungkus masih panas, terlebih makanan berminyak atau berlemak. BPOM menjelaskan bahwa perpindahan komponen dari kemasan ke pangan dapat meningkat akibat suhu tinggi dan lamanya kontak.
dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, yang saat itu menjabat Kepala BPOM RI, mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan berminyak, berlemak, atau panas. “Zat-zat kimia yang terkandung dalam kantong kresek tersebut akan mudah terlepas” pada kondisi tersebut.
Karena itu, pilihlah wadah yang memang ditujukan untuk makanan dan memiliki keterangan aman untuk pangan. BPOM juga menyebut beberapa jenis plastik yang relatif aman untuk pangan, seperti HDPE, LDPE, PET, dan PP, dengan memperhatikan simbol tara pangan serta petunjuk penggunaannya.
Jadi, mulai sekarang jangan asal menggunakan plastik hitam untuk membungkus makanan. Langkah sederhana seperti menggunakan wadah makan atau kemasan yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko paparan zat dari kemasan dan menjaga makanan tetap aman dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....