Berbagai Jenis Sepatu Lari, Apa Sebenarnya Perbedaannya?
- 26 Agt 2026 07:24 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sepatu lari kini hadir dalam berbagai jenis dengan karakteristik yang berbeda, mulai dari sepatu neutral, stability, motion control, hingga sepatu minimalist dan maximalist. Perbedaan tersebut bukan sekadar pada bentuk dan desain, tetapi juga pada tingkat bantalan, dukungan kaki, berat sepatu, fleksibilitas, serta respons yang diberikan saat kaki menyentuh permukaan.
Salah satu jenis yang paling umum adalah sepatu neutral atau cushioned, yang dirancang dengan bantalan untuk memberikan kenyamanan tanpa sistem pengendalian gerakan kaki yang terlalu kuat. Sepatu jenis ini banyak digunakan untuk latihan harian karena relatif serbaguna, sementara sepatu stability memiliki fitur tambahan untuk memberikan dukungan dan membantu mengontrol pergerakan kaki selama berlari.
Berbeda lagi dengan motion control shoes yang memiliki konstruksi lebih kaku dan dirancang untuk membatasi gerakan tertentu pada bagian belakang dan tengah kaki. Sementara itu, sepatu minimalist dibuat dengan bantalan dan struktur pendukung yang lebih sedikit sehingga memberikan sensasi berlari yang lebih mendekati tanpa alas kaki, tetapi penggunaannya membutuhkan proses adaptasi karena dapat meningkatkan beban pada bagian pergelangan kaki dan telapak depan.
Ada pula sepatu maximalist yang mengandalkan stack height atau ketebalan sol yang lebih tinggi untuk memberikan bantalan lebih banyak. Jenis ini banyak digunakan oleh pelari yang mengutamakan kenyamanan, terutama ketika berlari dalam jarak jauh, meskipun ketebalan bantalan tidak otomatis berarti sepatu tersebut paling cocok untuk setiap orang.
Perbedaan karakter sepatu juga terlihat dari heel-to-toe drop, yakni selisih ketinggian antara bagian tumit dan bagian depan sepatu. Selain itu, berat sepatu, kekakuan bagian depan, ketebalan midsole, bentuk heel counter, dan material bantalan dapat memengaruhi cara kaki serta tungkai menerima beban ketika berlari.
Hal menarik mengenai jenis sepatu lari ditemukan dalam tinjauan sistematis yang diterbitkan Xiaole Sun dan tim dalam Journal of Sports Science and Medicine pada 2020. Peneliti menelusuri lima basis data dan Footwear Science, menemukan 1.260 artikel dan akhirnya menganalisis 63 penelitian; hasilnya menunjukkan bahwa karakteristik sepatu memang dapat memengaruhi biomekanika lari, tetapi belum ada satu desain sepatu yang terbukti paling baik untuk mencegah cedera pada semua pelari.
Temuan tersebut sejalan dengan tinjauan Cochrane yang menganalisis 12 penelitian dengan total 11.240 peserta, termasuk pelari rekreasional dan kelompok militer, yang membandingkan berbagai jenis sepatu seperti neutral/cushioned, motion control, stability, soft, hard, dan minimalist. Tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa bukti mengenai keunggulan jenis sepatu tertentu dalam mencegah cedera masih terbatas, sehingga pelari sebaiknya memilih sepatu berdasarkan kenyamanan, kebutuhan latihan, kondisi kaki, medan lari, serta melakukan adaptasi secara bertahap ketika berpindah ke jenis sepatu yang karakteristiknya jauh berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....