Cara agar Kamar Tidak Lembap, Tetap Sejuk, dan Nyaman

  • 25 Agt 2026 10:51 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kamar yang lembap tidak hanya membuat ruangan terasa pengap, tetapi juga dapat menimbulkan bau apek dan mempercepat munculnya jamur. Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika sirkulasi udara kurang baik, kelembapan tinggi, atau terdapat sumber air yang sulit mengering.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membuka jendela dan pintu kamar secara rutin agar terjadi pertukaran udara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa ventilasi berperan penting dalam mengendalikan kelembapan karena membantu mengeluarkan atau mengencerkan uap air yang dihasilkan di dalam ruangan.

Selain meningkatkan sirkulasi udara, penggunaan kipas angin atau dehumidifier dapat menjadi pilihan ketika kamar terasa sangat lembap. Dehumidifier bekerja dengan mengurangi kandungan uap air di udara, sedangkan kipas membantu memperlancar pergerakan udara sehingga area yang lembap lebih cepat kering.

Penghuni kamar juga perlu memperhatikan sumber kelembapan, seperti pakaian basah, handuk yang belum kering, atau jemuran yang diletakkan di dalam kamar. Sebaiknya pakaian dan benda yang masih basah segera dikeringkan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik agar tidak menambah kadar uap air di dalam ruangan.

Penataan furnitur juga dapat memengaruhi kondisi kamar, terutama jika lemari atau tempat tidur ditempatkan terlalu rapat dengan dinding. WHO mencatat bahwa sirkulasi udara yang buruk dan area yang memiliki kelembapan tinggi dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur, sementara area dengan sirkulasi udara yang stagnan sebaiknya dihindari.

Membersihkan kamar secara rutin juga penting untuk mencegah debu, jamur, dan bau apek berkembang semakin parah. Jika terlihat noda jamur atau terdapat tanda kebocoran pada dinding dan plafon, sumber masalah sebaiknya segera diperbaiki karena WHO merekomendasikan pencegahan dan penanganan kelembapan serta pertumbuhan jamur di dalam bangunan.

Penelitian dan pedoman yang dapat dijadikan rujukan adalah “WHO Guidelines for Indoor Air Quality: Dampness and Mould” yang diterbitkan oleh World Health Organization pada 2009. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa kelembapan dan pertumbuhan jamur di dalam bangunan berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai gangguan pernapasan, alergi, dan asma, sehingga menjaga kamar tetap kering dan memiliki ventilasi yang baik menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....