Cara Cepat Mengeringkan Pakaian saat dalam Perjalanan
- 29 Agt 2026 11:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Saat bepergian, pakaian basah sering menjadi masalah, terutama ketika tidak tersedia mesin pengering atau cuaca sedang tidak mendukung. Agar pakaian lebih cepat kering, pelancong dapat memanfaatkan kombinasi peras air, aliran udara, suhu, dan kelembapan lingkungan.
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi sebanyak mungkin air yang masih tersimpan di serat pakaian setelah dicuci. Pakaian dapat ditekan menggunakan handuk kering, karena metode tersebut membantu memindahkan sebagian air dari pakaian ke handuk sebelum proses pengeringan dimulai.
Setelah kandungan air berkurang, pakaian sebaiknya digantung dengan posisi terbuka dan tidak saling bertumpuk. Penelitian mengenai pengeringan tekstil menunjukkan bahwa kondisi udara, termasuk suhu, kelembapan relatif, dan laju aliran udara, berpengaruh terhadap proses perpindahan air dari kain ke udara.
Karena itu, menggunakan kipas angin atau menempatkan pakaian di area yang memiliki sirkulasi udara baik dapat menjadi pilihan praktis ketika sedang berada di hotel, penginapan, atau tempat transit. Kajian mengenai performa pengeringan pakaian juga menunjukkan bahwa peningkatan aliran udara dapat meningkatkan perpindahan kelembapan dari kain, sementara kelembapan udara yang lebih tinggi cenderung memperlambat proses pengeringan.
| Baca juga: Anti Mabuk Mobil, Liburan Makin Seru |
Salah satu penelitian yang relevan adalah “Influence of Drum Inlet Air Conditions on Drying Process in a Domestic Tumble Dryer” oleh Lovrenc Novak, Pero Gatarić, dan Branko Širok, yang diterbitkan dalam Drying Technology. Penelitian tersebut menguji pengaruh suhu udara, kelembapan relatif, dan laju aliran udara terhadap proses pengeringan tekstil dan menunjukkan bahwa kondisi udara masuk berperan penting terhadap laju penguapan air dari kain.
Penelitian lain berjudul “Experimental Evaluation and Prediction Model Development on the Heat and Mass Transfer Characteristics of Tumble Drum in Clothes Dryers”, yang diterbitkan dalam Applied Thermal Engineering, menemukan bahwa laju perpindahan massa meningkat ketika suhu, aliran udara, dan kandungan air pada pakaian meningkat, tetapi menurun ketika kelembapan relatif udara meningkat. Studi tersebut juga menemukan bahwa peningkatan suhu memberikan pengaruh lebih besar terhadap perpindahan panas dan massa dibandingkan peningkatan laju aliran udara dalam kondisi eksperimen yang diuji.
Dengan demikian, cara tercepat saat bepergian bukan hanya mengandalkan panas, tetapi menggabungkan pengurangan air sejak awal dengan aliran udara dan lingkungan yang tidak terlalu lembap. Bagi wisatawan, kombinasi memeras pakaian menggunakan handuk, menggantungnya secara renggang, serta memanfaatkan kipas atau udara terbuka dapat menjadi cara sederhana untuk membuat pakaian lebih cepat siap digunakan kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....