Kenapa setelah Makan Mint, Air Terasa Dingin?
- 21 Agt 2026 16:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah setelah mengonsumsi permen atau makanan rasa mint, air putih yang diminum terasa lebih dingin dari biasanya? Padahal, suhu air tersebut sebenarnya tidak berubah hanya karena sebelumnya mengonsumsi mint.
Sensasi tersebut berkaitan dengan mentol, senyawa yang banyak ditemukan pada tanaman mint. Mentol dapat mengaktifkan reseptor TRPM8 (Transient Receptor Potential Melastatin 8), yaitu salah satu reseptor pada sistem sensorik yang berperan dalam mendeteksi sensasi dingin.
Penelitian McKemy, Neuhausser, dan Julius yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 2002 menunjukkan bahwa TRPM8 berperan dalam mendeteksi suhu dingin. Ketika reseptor ini teraktivasi, sinyal diteruskan melalui sistem saraf dan dipersepsikan sebagai sensasi dingin.
Menariknya, mentol dapat mengaktifkan TRPM8 tanpa harus membuat suhu di dalam mulut benar-benar turun. Dengan kata lain, sistem sensorik tubuh dapat menghasilkan sensasi dingin meskipun tidak terjadi perubahan suhu yang sebanding.
Hal inilah yang membuat air putih terasa lebih dingin setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung mentol. Air yang diminum memberikan rangsangan suhu pada mulut, sementara TRPM8 yang telah teraktivasi oleh mentol membuat sensasi dingin tersebut terasa lebih kuat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa apa yang dirasakan tubuh tidak selalu sepenuhnya sama dengan kondisi fisik yang sebenarnya. Dalam kasus ini, bukan airnya yang tiba-tiba menjadi jauh lebih dingin, melainkan sistem sensorik tubuh yang membuat sensasi dinginnya lebih kuat.
Jadi, ketika air terasa dingin setelah makan permen mint, hal tersebut bukan sekadar sugesti. Mentol mengaktifkan reseptor TRPM8 yang berkaitan dengan sensasi dingin, sehingga air dengan suhu biasa pun dapat terasa lebih dingin dan menyegarkan.
Sumber: McKemy, D. D., Neuhausser, W. M., & Julius, D. (2002). Identification of a cold receptor reveals a general role for TRP channels in thermosensation. Nature, 416, 52–58. DOI: 10.1038/nature719.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....