Kenapa Pelari Pemula Tidak Disarankan Langsung Menggunakan Sepatu Carbon Plate?
- 17 Agt 2026 06:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sepatu lari dengan carbon plate semakin populer karena menawarkan sensasi dorongan dan efisiensi berlari yang lebih tinggi, tetapi penggunaannya tidak selalu menjadi pilihan terbaik bagi pelari pemula. Sepatu jenis ini memiliki karakteristik berbeda dari sepatu latihan harian sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan mekanika berlari.
Carbon plate merupakan lapisan serat karbon yang ditanam di bagian tengah sol sepatu dan berfungsi meningkatkan kekakuan sepatu, biasanya dipadukan dengan busa midsole yang ringan dan responsif. Kombinasi tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi berlari, tetapi juga mengubah cara kaki, pergelangan kaki, dan bagian tubuh lain menerima serta menghasilkan gaya saat berlari.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Biomechanics pada Januari 2026 oleh Xiangdong Luo, Ruijiao Liu, dan Bo Li menguji 16 peserta menggunakan sistem 3D motion capture dan force platform untuk melihat perubahan biomekanika sebelum dan setelah kelelahan berlari. Penelitian tersebut menemukan sepatu berpelat karbon membatasi gerakan sendi metatarsofalangeal, sementara kondisi lelah meningkatkan beberapa beban mekanis, sehingga peneliti mengindikasikan adanya mekanisme kompensasi dari bagian distal menuju bagian tubuh yang lebih proksimal.
Namun, bukan berarti sepatu carbon plate secara otomatis menyebabkan cedera pada setiap pelari pemula. Systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan di Frontiers in Sports and Active Living pada Mei 2026, dengan menganalisis 15 penelitian terhadap orang dewasa sehat, justru menemukan perubahan biomekanika akibat sepatu carbon plate relatif kecil dan tidak konsisten pada sejumlah parameter seperti kekakuan tungkai, tenaga lutut, tenaga pinggul, dan frekuensi langkah.
Alasan lain pelari pemula sebaiknya tidak menjadikan sepatu carbon plate sebagai sepatu utama sejak awal adalah karena manfaat utamanya lebih berkaitan dengan efisiensi dan performa, sementara pemula masih perlu membangun kemampuan dasar seperti kekuatan otot, teknik, adaptasi jaringan, dan konsistensi latihan. Meta-analysis yang diterbitkan pada 2026 dan mencakup 14 penelitian menemukan sepatu berpelat dapat menurunkan kebutuhan metabolik sekitar 2–3 persen, tetapi peneliti menegaskan manfaat tersebut tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan keberadaan pelat karbon karena jenis busa dan konstruksi sepatu juga berperan.
Perhatian terhadap proses adaptasi juga muncul dalam artikel Current Opinion mengenai bone stress injuries pada pelari yang menggunakan sepatu berpelat karbon, yang membahas lima kasus cedera stres tulang navikular pada atlet kompetitif. Artikel tersebut tidak membuktikan bahwa carbon plate menjadi penyebab langsung cedera, tetapi penulis menyarankan transisi dari sepatu biasa ke sepatu carbon plate dilakukan secara perlahan karena perubahan mekanika kaki dan pergelangan kaki dapat meningkatkan tuntutan pada jaringan tertentu.
Meski demikian, penelitian terbaru menunjukkan sepatu berteknologi tinggi tidak selalu meningkatkan indikator biomekanika yang selama ini dikaitkan dengan risiko cedera; studi terhadap 30 pelari rekreasional yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports pada April 2026 menemukan Nike Vaporfly 3 meningkatkan efisiensi lari tanpa peningkatan pada sejumlah variabel risiko cedera yang dianalisis. Karena itu, persoalannya bukan sekadar apakah pelari pemula boleh memakai carbon plate atau tidak, melainkan apakah tubuh sudah siap, sepatu sesuai kebutuhan, dan penggunaannya diperkenalkan secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....