Makan Petai Tetap Nikmat dengan Cara Mengurangi Bau Setelahnya

  • 09 Agt 2026 12:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Petai menjadi salah satu makanan yang memiliki penggemar tersendiri karena cita rasanya yang khas dan sering dijadikan pelengkap berbagai hidangan. Namun, aroma petai yang cukup kuat terkadang membuat sebagian orang enggan mengonsumsinya ketika harus beraktivitas atau bertemu dengan orang lain.

Aroma khas petai berkaitan dengan berbagai senyawa volatil yang mengandung sulfur. Penelitian dalam Food Research International menemukan bahwa komponen sulfur seperti hidrogen sulfida, metanetiol, dan 1,2,4-trithiolane berkontribusi terhadap karakter aroma kuat pada biji petai.

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi bau setelah makan petai adalah menjaga kebersihan mulut. Menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan sela gigi, serta membersihkan permukaan lidah dapat membantu mengurangi sisa makanan dan senyawa penyebab bau di dalam rongga mulut.

Minum air putih setelah makan juga dapat membantu membersihkan sisa makanan di dalam mulut sekaligus menjaga produksi air liur. American Dental Association menjelaskan bahwa hidrasi dan aliran air liur membantu membersihkan sisa makanan serta mengurangi kondisi yang mendukung terbentuknya bau mulut.

Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan juga dapat menjadi pilihan praktis ketika tidak memungkinkan langsung menyikat gigi. Aktivitas mengunyah dapat meningkatkan produksi air liur sehingga membantu membersihkan rongga mulut secara alami.

Mouthwash juga dapat digunakan sebagai pelengkap setelah makan apabila ingin menyegarkan napas. Namun, American Dental Association menekankan bahwa obat kumur tidak menggantikan kebiasaan menyikat gigi dan membersihkan sela gigi secara rutin.

Perlu diketahui bahwa tidak semua aroma setelah makan petai dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi atau menggunakan permen karet. Senyawa sulfur yang menjadi karakteristik petai dapat membuat aromanya bertahan lebih lama sehingga kebersihan mulut membantu mengurangi bau tetapi tidak selalu menghilangkannya secara langsung.

Karena itu, petai tetap dapat dinikmati tanpa harus sepenuhnya menghindarinya hanya karena aromanya. Menjaga kebersihan mulut, cukup minum air putih, dan memilih waktu mengonsumsi petai dapat menjadi langkah sederhana agar aroma yang muncul tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sumber: Food Research International; Journal of Advanced Research; American Dental Association (ADA).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....