Ini Sejarah di Balik Istilah Gen Z, Milenial, dan Gen Alpha

  • 31 Jul 2026 18:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Istilah seperti Baby Boomer, Generasi X, Milenial, Generasi Z, hingga Generasi Alpha kini semakin akrab di telinga masyarakat. Penyebutan tersebut bukan sekadar tren di media sosial, melainkan hasil kajian panjang para peneliti demografi dan ilmu sosial untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tahun kelahiran serta pengalaman hidup yang serupa.

Konsep penamaan generasi mulai populer setelah sejarawan sekaligus penulis Amerika Serikat, William Strauss dan Neil Howe, menerbitkan buku Generations: The History of America's Future, 1584 to 2069 pada tahun 1991. Dalam teori mereka, setiap generasi dibentuk oleh peristiwa sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang terjadi pada masa pertumbuhannya sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Istilah "Milenial" atau Millennials pertama kali diperkenalkan oleh Strauss dan Howe untuk menyebut mereka yang memasuki usia dewasa menjelang pergantian milenium tahun 2000. Kelompok ini umumnya lahir antara awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an dan dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama perkembangan internet serta teknologi digital awal.

Sementara itu, istilah Generasi Z semakin populer setelah digunakan oleh berbagai lembaga riset, salah satunya Pew Research Center di Amerika Serikat. Dalam publikasinya pada 2019, Pew Research Center menetapkan Generasi Z sebagai mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012, yaitu generasi pertama yang sejak kecil telah hidup berdampingan dengan internet, media sosial, dan telepon pintar.

Adapun istilah Generasi Alpha diperkenalkan oleh peneliti sosial asal Australia, Mark McCrindle, pada tahun 2008. McCrindle memilih huruf Yunani "Alpha" karena penamaan alfabet Latin telah berakhir di Generasi Z, sekaligus melambangkan awal dari generasi baru yang lahir sepenuhnya pada abad ke-21, yakni sejak 2010 hingga sekitar 2024.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembagian generasi membantu peneliti memahami perubahan perilaku masyarakat, pola konsumsi, hingga cara bekerja dan belajar. Laporan The Future of the Global Workforce yang diterbitkan McCrindle Research pada 2023 menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan digitalisasi menjadi faktor utama yang membentuk pola pikir Generasi Alpha, sementara Milenial dan Gen Z lebih banyak dipengaruhi oleh revolusi internet dan media sosial.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa penamaan generasi tidak boleh dijadikan dasar untuk memberikan stereotip kepada seseorang. Pew Research Center maupun McCrindle Research sama-sama menekankan bahwa karakter individu tetap dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, budaya, pendidikan, serta pengalaman hidup, sehingga tidak semua orang dalam satu generasi memiliki sifat dan kebiasaan yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....