Nasi Kandar vs Nasi Padang Ini Bedanya

  • 11 Sep 2026 05:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Nasi kandar dari Malaysia dan nasi Padang dari Indonesia sering dianggap serupa karena sama-sama menyajikan nasi putih dengan beragam lauk dan kuah. Meski tampak mirip saat disajikan, keduanya memiliki sejarah, karakter rasa, jenis lauk, dan cara penyajian yang berbeda.

Nasi Padang berasal dari tradisi kuliner Minangkabau di Sumatera Barat, sedangkan nasi kandar berkembang di Pulau Pinang, Malaysia dengan pengaruh kuat komunitas India Muslim. Sejarah nasi kandar berkaitan dengan pedagang yang dahulu membawa nasi dan lauk menggunakan pikulan atau batang kayu di bahu sehingga muncul istilah “kandar”.

Perbedaan paling mudah terlihat adalah kuahnya. Pada nasi kandar, nasi biasanya diberi campuran beberapa jenis kuah kari yang dituangkan langsung hingga disebut kuah banjir, sementara nasi Padang lebih dikenal dengan lauk seperti rendang, gulai, dendeng balado, ayam pop, dan berbagai sambal.

Dari sisi cita rasa, nasi kandar sangat identik dengan kari yang kaya rempah dan pengaruh masakan India Selatan. Rempah seperti jintan, kapulaga, kayu manis, dan adas dapat menjadi bagian dari karakter kuahnya, sementara masakan Padang banyak menggunakan kombinasi rempah dan santan yang menghasilkan rasa gurih, pedas, dan kuat.

Jenis lauknya pun memiliki karakter berbeda. Nasi kandar dapat disajikan dengan ayam goreng, kari sotong, ikan goreng, telur asin, okra, terung, hingga berbagai olahan daging, sedangkan nasi Padang menawarkan pilihan seperti rendang, gulai tunjang, ayam pop, dendeng balado, telur balado, ikan bakar, dan sambal.

Cara penyajiannya juga menarik untuk dibandingkan. Nasi kandar biasanya disusun sebagai sepiring nasi dengan lauk pilihan kemudian diberi campuran kuah kari, sedangkan restoran nasi Padang memiliki tradisi penyajian lauk dalam jumlah banyak dan pelanggan dapat memilih lauk yang diinginkan.

Meski berbeda, keduanya memiliki satu kesamaan yang membuatnya begitu populer yaitu konsep nasi dengan banyak pilihan lauk dalam satu hidangan. Keduanya juga menunjukkan bagaimana perjalanan masyarakat dan perdagangan turut membentuk identitas kuliner di kawasan Indonesia dan Malaysia.

Jadi, nasi kandar bukan nasi Padang versi Malaysia, begitu pula nasi Padang bukan nasi kandar versi Indonesia. Keduanya merupakan hidangan yang memiliki akar budaya masing-masing, dengan nasi kandar menonjolkan karakter kari dan kuah banjir, sementara nasi Padang lebih lekat dengan kekayaan masakan Minangkabau dan pilihan lauk yang beragam.

Sumber: RRI.co.id, Jabatan Warisan Negara Malaysia, Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara Malaysia, serta Journal of Ethnic Foods.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....