Mudah Membenci dan Mengadu Domba Dapat Berkaitan dengan Kondisi Psikologis
- 28 Jul 2026 07:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perilaku mudah membenci orang lain atau menyebarkan konflik antarsesama dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang kompleks. Para ahli menilai perilaku tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari satu penyebab, karena dipengaruhi oleh kombinasi pengalaman hidup, lingkungan, dan karakter individu.
Dalam psikologi, emosi seperti iri, marah, rasa tidak aman, atau kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Apabila emosi tersebut tidak dikelola dengan baik, seseorang dapat lebih mudah memicu konflik atau menyebarkan informasi yang memperkeruh hubungan sosial.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Personality and Individual Differences menunjukkan bahwa sifat permusuhan, rendahnya empati, serta kecenderungan mencari keuntungan pribadi dapat meningkatkan peluang seseorang terlibat dalam perilaku yang merugikan hubungan sosial. Namun, temuan tersebut tidak berarti setiap orang yang pernah membenci atau bergosip memiliki gangguan psikologis tertentu.
Faktor lingkungan juga berperan dalam membentuk perilaku seseorang. Lingkungan yang penuh konflik, pola komunikasi yang buruk, atau kebiasaan menyebarkan gosip dapat membuat perilaku tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
Psikolog menilai kemampuan mengelola emosi dan mengembangkan empati menjadi salah satu keterampilan penting dalam menjaga hubungan yang sehat. Mendengarkan sudut pandang orang lain serta menghindari kesimpulan yang terburu-buru dapat membantu mengurangi potensi munculnya konflik.
Apabila seseorang merasa sulit mengendalikan kemarahan, kebencian, atau dorongan untuk terus memicu pertengkaran hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional dapat menjadi pilihan yang tepat. Pendekatan psikologis dapat membantu mengenali akar permasalahan sekaligus mengembangkan strategi untuk mengelola emosi secara lebih sehat.
Membangun komunikasi yang terbuka, menghargai perbedaan, dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya merupakan langkah sederhana untuk menciptakan hubungan sosial yang lebih harmonis. Sikap tersebut juga dapat membantu mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memecah hubungan antarindividu maupun kelompok.
Sumber: American Psychological Association (APA); Personality and Individual Differences (Elsevier); Journal of Personality and Social Psychology; World Health Organization (WHO) mengenai kesehatan mental dan regulasi emosi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....