Cara Memilih Alas Bedak untuk Kulit Kombinasi agar Makeup Tetap Tahan Lama
- 30 Sep 2026 08:50 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kulit kombinasi memiliki karakteristik yang cukup unik karena beberapa area wajah cenderung berminyak, terutama dahi, hidung, dan dagu, sementara bagian pipi dapat terasa normal atau lebih kering. Penelitian Youn dkk. dalam jurnal Skin Research and Technology menemukan adanya perbedaan produksi sebum pada berbagai area wajah, dengan produksi lebih tinggi di dahi, hidung, dan dagu dibandingkan kedua pipi.
Kondisi tersebut membuat pemilihan alas bedak perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit, bukan hanya berdasarkan tingkat coverage atau tren makeup. Untuk kulit kombinasi, formula dengan hasil akhir natural atau semi-matte dapat dipertimbangkan agar area berminyak tidak terlalu mengilap, tetapi area kering tetap terlihat nyaman dan tidak semakin menonjolkan tekstur.
Langkah berikutnya adalah memperhatikan tekstur alas bedak sebelum membeli, misalnya memilih formula cair atau ringan yang mudah diratakan dan tidak terasa terlalu berat di wajah. Penggunaan produk yang terlalu tebal berpotensi membuat makeup terlihat menumpuk, sedangkan penelitian mengenai pergerakan alas bedak menunjukkan bahwa lapisan foundation dapat mengalami degradasi dan berpindah di permukaan kulit setelah beberapa jam pemakaian.
Selain tekstur, pemilihan warna juga menjadi bagian penting agar hasil makeup terlihat menyatu dengan kulit. Studi mengenai warna kulit dan strategi penggunaan foundation pada berbagai kelompok etnis menunjukkan bahwa warna kulit manusia memiliki rentang yang sangat beragam, sehingga pemilihan shade sebaiknya mempertimbangkan warna kulit alami dan tidak semata-mata mengikuti persepsi bahwa warna yang lebih terang akan memberikan hasil yang lebih baik.
Sebelum membeli, alas bedak sebaiknya dicoba pada area rahang atau bagian wajah yang mendekati warna kulit untuk melihat apakah warnanya menyatu secara alami. Untuk kulit kombinasi, pengguna juga dapat mengamati hasil foundation setelah beberapa jam karena perubahan minyak di area T-zone dapat memengaruhi tampilan akhir makeup.
Pemilihan foundation juga perlu mempertimbangkan kondisi kulit lain, seperti kecenderungan berjerawat atau menggunakan produk perawatan tertentu. Sebuah studi klinis split-face yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menemukan bahwa penggunaan foundation secara bersamaan dengan terapi clindamycin/benzoyl peroxide dalam penelitian tersebut menunjukkan kompatibilitas kosmetik yang baik selama periode pengamatan enam jam, meskipun hasil tersebut tidak berarti semua foundation atau semua kondisi kulit akan memberikan respons yang sama.
Dengan demikian, memilih alas bedak untuk kulit kombinasi dapat dilakukan dengan memperhatikan empat hal utama, yaitu kondisi setiap area wajah, tekstur formula, kecocokan shade, dan hasil pemakaian setelah beberapa jam. Judul penelitian yang relevan: “Regional and seasonal variations in facial sebum secretions: a proposal for the definition of combination skin type” oleh Sang Woong Youn dkk., yang menunjukkan bahwa karakteristik kulit kombinasi berkaitan dengan perbedaan produksi sebum antarzona wajah serta dapat berubah mengikuti musim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....