Anak Sering Menangis Bukan Berarti Cengeng

  • 27 Jul 2026 10:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir ketika melihat anaknya mudah menangis dalam berbagai situasi. Padahal, menangis bukan selalu tanda bahwa anak cengeng, melainkan salah satu cara alami mereka mengekspresikan perasaan yang belum mampu diungkapkan melalui kata-kata.

Pada usia dini, kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi masih terus berkembang. Ketika merasa sedih, kecewa, takut, marah, atau bahkan terlalu gembira, tangisan menjadi bentuk komunikasi yang membantu orang tua memahami apa yang sedang dirasakan oleh anak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi berkembang secara bertahap seiring pertumbuhan anak dan dipengaruhi oleh respons orang tua terhadap emosi mereka. Anak yang mendapatkan respons hangat, penuh empati, dan konsisten cenderung lebih mampu mengenali serta mengelola emosinya dengan baik dibandingkan anak yang sering dimarahi atau diabaikan saat menangis.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung memberi cap "cengeng" kepada anak yang mudah menangis. Sebaliknya, cobalah mendekati anak dengan tenang, mendengarkan penyebab tangisnya, lalu membantu mereka memberi nama pada emosi yang sedang dirasakan, misalnya sedih, kecewa, atau takut.

Mengajarkan anak bahwa semua emosi boleh dirasakan, tetapi harus disampaikan dengan cara yang baik, merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang. Dengan cara tersebut, anak belajar bahwa menangis bukan sesuatu yang memalukan, melainkan langkah awal untuk memahami dan mengendalikan perasaannya.

Orang tua juga dapat menjadi teladan dalam mengelola emosi di rumah. Ketika anak melihat ayah dan ibunya menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang tenang, mereka akan belajar bahwa setiap perasaan dapat diungkapkan tanpa harus melukai diri sendiri maupun orang lain.

Namun, jika tangisan anak berlangsung terus-menerus, sulit ditenangkan, atau disertai perubahan perilaku yang signifikan, orang tua perlu mencari tahu penyebabnya dan bila perlu berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak. Penanganan sejak dini dapat membantu mengidentifikasi apakah tangisan tersebut merupakan bagian dari perkembangan normal atau berkaitan dengan kondisi tertentu.

Pada akhirnya, anak yang sering menangis belum tentu merupakan anak yang cengeng. Tangisan adalah bahasa pertama yang dimiliki anak untuk menyampaikan kebutuhan dan emosinya, sehingga tugas orang tua bukan menghentikan tangisannya secepat mungkin, melainkan mendampingi, memahami, dan mengajarkan cara mengekspresikan perasaan dengan sehat hingga mereka mampu mengelola emosi secara mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....