Sering Mengantuk? Kenali Berbagai Penyebabnya sebelum Dianggap Sepele
- 25 Jul 2026 06:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Rasa kantuk yang muncul sesekali merupakan hal yang normal, terutama setelah beraktivitas atau kurang tidur. Namun, jika rasa mengantuk terjadi hampir setiap hari meski sudah beristirahat cukup, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan maupun pola hidup yang kurang baik.
Penyebab paling umum dari rasa kantuk berlebihan adalah kurangnya durasi dan kualitas tidur. Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), orang dewasa disarankan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam karena kurang tidur secara terus-menerus dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, produktivitas, hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain kurang tidur, gangguan tidur seperti sleep apnea juga menjadi penyebab yang sering tidak disadari. Pada kondisi ini, saluran napas mengalami penyempitan atau berhenti sementara saat tidur sehingga kualitas tidur terganggu meskipun seseorang merasa telah tidur cukup lama. Akibatnya, tubuh tetap terasa lelah dan mengantuk sepanjang hari.
Faktor gaya hidup juga memiliki pengaruh besar terhadap munculnya rasa kantuk. Pola makan yang tinggi gula sederhana, kurang berolahraga, dehidrasi, serta kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh sehingga seseorang lebih mudah merasa lelah dan mengantuk di siang hari.
Dalam beberapa kasus, rasa kantuk berlebihan juga dapat menjadi gejala penyakit tertentu, seperti anemia, diabetes, gangguan tiroid, penyakit hati, hingga depresi. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep oleh American Academy of Sleep Medicine menunjukkan bahwa kantuk berlebihan di siang hari (Excessive Daytime Sleepiness) berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, penurunan fungsi kognitif, serta kualitas hidup yang lebih rendah apabila tidak ditangani.
Jika rasa kantuk muncul secara terus-menerus disertai dengkuran keras saat tidur, sering terbangun di malam hari, sulit berkonsentrasi, atau mudah tertidur saat bekerja maupun berkendara, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui apakah penyebabnya berasal dari gangguan tidur, penyakit tertentu, atau faktor psikologis yang memerlukan penanganan khusus.
Menjaga pola tidur yang teratur, membatasi konsumsi kafein pada malam hari, rutin berolahraga, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi langkah sederhana untuk mencegah rasa kantuk berlebihan. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, masyarakat dapat menjaga kualitas tidur sekaligus meningkatkan kesehatan dan produktivitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....