Kenapa Perut Sering Bunyi Padahal Tidak Lapar

  • 18 Agt 2026 10:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Suara perut yang berbunyi atau disebut borborygmi sering dikaitkan dengan rasa lapar. Padahal, suara tersebut juga dapat muncul ketika seseorang sudah makan karena saluran pencernaan tetap melakukan aktivitas untuk menggerakkan makanan, cairan, dan gas.

Bunyi perut pada dasarnya berasal dari pergerakan isi saluran pencernaan yang melibatkan kontraksi otot usus. Proses tersebut merupakan bagian normal dari sistem pencernaan dan dapat terjadi sepanjang hari.

Setelah makan, makanan yang masuk ke saluran pencernaan akan bercampur dengan cairan dan gas sehingga pergerakannya dapat menghasilkan suara. Karena itu, perut yang berbunyi setelah makan tidak selalu menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan makanan.

Gas dalam saluran pencernaan juga dapat membuat suara terdengar lebih sering atau lebih keras. Minuman berkarbonasi, makan terlalu cepat, serta beberapa jenis makanan yang mudah menghasilkan gas dapat membuat jumlah gas dalam saluran pencernaan meningkat.

Perut juga bisa berbunyi ketika seseorang sedang tidak makan karena saluran pencernaan tetap bergerak. Bahkan, ketika perut kosong, suara tersebut terkadang terdengar lebih jelas karena tidak banyak makanan yang meredam suara dari pergerakan cairan dan gas.

Pada sebagian orang, suara perut yang lebih sering dapat berkaitan dengan pola makan atau kondisi pencernaan tertentu. Namun, suara perut saja biasanya bukan tanda bahwa seseorang sedang mengalami penyakit.

Yang perlu diperhatikan adalah apabila bunyi perut muncul bersamaan dengan keluhan lain seperti nyeri perut yang berat, muntah, diare berkepanjangan, perut sangat kembung, atau perubahan pola buang air besar yang menetap. Kondisi tersebut sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai bunyi perut biasa dan perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Jadi, tidak perlu langsung khawatir ketika perut berbunyi meskipun sudah makan atau sedang tidak merasa lapar. Selama tidak disertai gejala yang mengganggu, suara tersebut umumnya merupakan bagian dari aktivitas normal sistem pencernaan.

Sumber: National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK); Cleveland Clinic; Gastroenterology; World Journal of Gastroenterology.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....