Alasan Mengapa Orang Merasa Mual saat Perjalanan Jauh
- 11 Jul 2026 11:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Mual saat menempuh perjalanan jauh masih menjadi keluhan yang sering dialami banyak orang, baik ketika menggunakan mobil, bus, kapal, maupun pesawat. Kondisi ini dikenal sebagai motion sickness atau mabuk perjalanan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga muntah.
Para ahli menjelaskan bahwa penyebab utama mabuk perjalanan adalah ketidaksesuaian informasi yang diterima otak dari mata, telinga bagian dalam (sistem vestibular), dan reseptor tubuh. Saat kendaraan bergerak tetapi mata melihat objek yang tampak diam, otak menerima sinyal yang saling bertentangan sehingga memicu rasa mual.
| Baca juga: Mengapa Hari Senin Terasa Lebih Berat |
Penelitian yang diterbitkan dalam Brain Research Bulletin oleh Willem Bles dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa konflik sensorik atau sensory conflict merupakan faktor utama yang memicu mabuk perjalanan. Teori tersebut menyebutkan bahwa perbedaan antara posisi tubuh yang dirasakan dengan yang diperkirakan otak menjadi penyebab munculnya gejala seperti pusing, keringat dingin, dan mual.
Selain itu, kondisi setiap orang juga memengaruhi tingkat kerentanan terhadap mabuk perjalanan. Individu yang memiliki riwayat migrain atau gangguan sistem vestibular diketahui lebih rentan mengalami gejala dibandingkan orang dengan sistem keseimbangan yang normal.
Studi terbaru yang dipublikasikan pada tahun 2025 di Communications Engineering semakin memperkuat teori konflik sensorik tersebut. Penelitian itu menunjukkan bahwa manipulasi sinyal vestibular dapat meningkatkan atau justru mengurangi gejala mabuk perjalanan, sehingga membuktikan peran penting sistem keseimbangan dalam munculnya rasa mual.
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mabuk perjalanan, seperti duduk menghadap arah laju kendaraan, melihat ke arah cakrawala, menghindari membaca atau menatap layar ponsel terlalu lama, serta menjaga sirkulasi udara tetap baik. Cara-cara tersebut membantu menyelaraskan informasi yang diterima mata dan sistem vestibular sehingga mengurangi konflik sensorik.
Dengan semakin berkembangnya penelitian mengenai mabuk perjalanan, para ilmuwan berharap dapat menemukan metode pencegahan yang lebih efektif tanpa bergantung sepenuhnya pada obat-obatan. Temuan-temuan ilmiah tersebut juga memberikan pemahaman bahwa rasa mual saat perjalanan jauh merupakan respons biologis tubuh yang dapat dijelaskan secara medis dan bukan sekadar masalah daya tahan seseorang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....