Kopi, Teh, atau Matcha? Ini Perbandingan Kandungan Kafein dan Efeknya bagi Tubuh
- 28 Jun 2026 21:23 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kopi, teh, dan matcha menjadi minuman favorit banyak orang untuk meningkatkan energi dan menjaga konsentrasi saat beraktivitas. Ketiganya sama-sama mengandung kafein, tetapi jumlah kandungan serta efek yang ditimbulkan pada tubuh ternyata berbeda.
Di antara ketiga minuman tersebut, kopi umumnya memiliki kandungan kafein paling tinggi. Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 240 mililiter mengandung rata-rata 95 miligram kafein, meski jumlahnya dapat berkisar antara 70 hingga 140 miligram tergantung jenis biji kopi, tingkat sangrai, dan metode penyeduhan.
| Baca juga: Fakta Menarik Tentang Hujan di Pagi Hari |
Matcha berada di urutan berikutnya dengan kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. Satu sajian matcha yang dibuat dari sekitar dua gram bubuk teh umumnya mengandung sekitar 38 hingga 88 miligram kafein karena seluruh daun teh yang telah dihaluskan ikut dikonsumsi, bukan hanya air seduhannya.
Sementara itu, teh hitam rata-rata mengandung sekitar 40 hingga 70 miligram kafein per cangkir, sedangkan teh hijau mengandung sekitar 20 hingga 45 miligram. Meski kandungan kafeinnya lebih rendah dibandingkan kopi, teh tetap mampu memberikan efek meningkatkan kewaspadaan, terutama jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah yang wajar.
Perbedaan efek ketiga minuman tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kadar kafein. Matcha dan teh mengandung asam amino L-theanine, yang diketahui dapat memberikan efek relaksasi tanpa menyebabkan rasa kantuk sehingga energi yang dihasilkan terasa lebih stabil dibandingkan kopi. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients tahun 2017 oleh Dr. Katrin Dietz dan sejumlah peneliti menunjukkan bahwa kombinasi kafein dan L-theanine mampu meningkatkan perhatian, kecepatan memproses informasi, serta akurasi dalam menyelesaikan tugas dibandingkan konsumsi kafein saja.
Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 2015 menyebutkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang dapat meningkatkan kewaspadaan, fungsi kognitif, dan performa fisik. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan juga berisiko menyebabkan jantung berdebar, gangguan tidur, kecemasan, hingga peningkatan tekanan darah pada individu yang sensitif.
Badan pengawas pangan U.S. Food and Drug Administration (FDA) menyarankan batas konsumsi kafein bagi orang dewasa sehat tidak melebihi 400 miligram per hari atau setara sekitar empat cangkir kopi seduh. Oleh karena itu, memilih antara kopi, teh, atau matcha sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, serta toleransi masing-masing terhadap kafein agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa menimbulkan efek samping.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....