Ingin Mengurangi Kafein? Tak Hanya Kopi, Konsumsi Matcha juga Perlu Dibatasi
- 31 Mei 2026 21:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Saat ingin mengurangi asupan kafein, banyak orang langsung menghindari kopi dan beralih ke minuman lain yang dianggap lebih sehat. Salah satu pilihan yang cukup populer adalah matcha, namun tidak semua orang menyadari bahwa minuman berbahan dasar teh hijau ini juga mengandung kafein.
Matcha dibuat dari daun teh hijau yang digiling menjadi bubuk halus dan dikonsumsi secara utuh bersama air atau susu. Karena seluruh bagian daun ikut dikonsumsi, kandungan kafein dalam matcha umumnya lebih tinggi dibandingkan teh hijau seduh biasa.
Dalam satu porsi matcha sekitar 2 hingga 4 gram bubuk, kandungan kafein dapat mencapai 38 hingga 88 miligram, tergantung jenis dan cara penyajiannya. Sebagai perbandingan, secangkir kopi seduh umumnya mengandung sekitar 80 hingga 100 miligram kafein, sehingga selisihnya tidak selalu terlalu jauh.
Meski mengandung senyawa L-theanine yang dapat memberikan efek relaksasi dan membantu menyeimbangkan stimulasi kafein, matcha tetap dapat memicu gejala tertentu pada sebagian orang. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, hingga gangguan pencernaan pada individu yang sensitif terhadap kafein.
Bagi mereka yang sedang berusaha mengurangi konsumsi kafein karena alasan kesehatan atau gangguan tidur, penting untuk memperhatikan seluruh sumber kafein dalam pola makan sehari-hari. Selain kopi dan matcha, kafein juga dapat ditemukan dalam teh hitam, minuman energi, cokelat, serta beberapa jenis minuman bersoda.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Health pada tahun 2023 menemukan bahwa konsumsi kafein hingga enam jam sebelum waktu tidur masih dapat memengaruhi kualitas dan durasi tidur pada sebagian orang. Penelitian tersebut menegaskan bahwa sensitivitas terhadap kafein berbeda pada setiap individu, sehingga efeknya bisa bertahan lebih lama pada sebagian orang dibandingkan yang lain.
Jika tujuan utama adalah mengurangi asupan kafein, para ahli menyarankan untuk memilih minuman rendah atau bebas kafein seperti teh herbal, infused water, atau susu rendah lemak tanpa tambahan kafein. Dengan memahami bahwa matcha juga merupakan sumber kafein, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih tepat sesuai kebutuhan kesehatan dan gaya hidup masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....