Tips Mengolah Cumi Asin agar Tidak Terlalu Asin dan Tetap Empuk
- 26 Jun 2026 11:54 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Cumi asin menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah menjadi berbagai hidangan rumahan. Namun, jika tidak diolah dengan benar, cumi asin bisa terasa terlalu asin dan bertekstur alot.
Salah satu langkah penting sebelum memasak adalah merendam cumi asin. Perendaman menggunakan air hangat selama 15 hingga 30 menit dapat membantu mengurangi kadar garam yang menempel pada permukaan cumi.
Beberapa praktisi kuliner juga menyarankan merebus cumi asin selama beberapa menit sebelum diolah. Cara ini tidak hanya membantu mengurangi rasa asin, tetapi juga membuat tekstur cumi menjadi lebih empuk.
Saat menumis, gunakan api sedang dan jangan memasak cumi terlalu lama. Umumnya, cumi cukup dimasak selama beberapa menit hingga matang.
Untuk menyeimbangkan cita rasa, cumi asin dapat dipadukan dengan bahan lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, atau irisan bawang bombai. Penambahan sayuran seperti buncis, kacang panjang, atau daun singkong juga dapat membantu mengurangi dominasi rasa asin.
Karena cumi asin sudah mengandung garam alami dari proses pengawetan, masyarakat disarankan mencicipi masakan terlebih dahulu sebelum menambahkan garam atau penyedap rasa. Langkah ini dapat membantu menjaga keseimbangan rasa sekaligus mengurangi asupan natrium berlebih.
| Baca juga: Tisu Basah di Mesin Cuci, Benarkah? |
Selain cita rasanya yang khas, cumi asin juga mengandung protein sebagai salah satu zat gizi utama. Namun, proses pengasinan menyebabkan kandungan natriumnya lebih tinggi dibandingkan cumi segar, sehingga konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Dengan teknik pengolahan yang tepat, cumi asin dapat menjadi lauk yang lezat, tidak terlalu asin, dan tetap memiliki tekstur yang empuk sehingga cocok disajikan sebagai menu sehari-hari bersama keluarga.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI, Badan Pangan Nasional, Kompas Food, serta berbagai referensi kuliner mengenai teknik pengolahan hasil laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....