Fenomena Unik Belanja saat Ekonomi Sulit
- 03 Jun 2026 07:35 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, pola belanja masyarakat ternyata bisa berubah dengan cara yang tidak terduga. Saat pengeluaran besar mulai dikurangi, sebagian orang justru tetap membeli barang kecil yang memberi rasa nyaman dan percaya diri.
Fenomena tersebut dikenal dengan istilah lipstick effect. Istilah ini dipopulerkan oleh Leonard Lauder dari Estée Lauder setelah melihat penjualan lipstik meningkat ketika ekonomi Amerika Serikat mengalami tekanan pada awal tahun 2000-an.
Konsep lipstick effect menggambarkan kebiasaan masyarakat membeli “kemewahan kecil” yang masih terasa terjangkau. Produk seperti lipstik, skincare ukuran mini, parfum, hingga kopi premium sering dipilih sebagai bentuk penghargaan diri di tengah situasi yang menekan.
Menurut penelitian dalam Journal of Consumer Psychology, kondisi ekonomi dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam berbelanja. Tekanan finansial sering membuat masyarakat lebih berhati-hati, tetapi kebutuhan emosional tetap ingin dipenuhi.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di industri kecantikan. Beberapa pelaku usaha makanan manis, hiburan ringan, dan produk gaya hidup sederhana juga pernah mengalami peningkatan minat saat kondisi ekonomi melambat.
Meski begitu, para ahli menilai lipstick effect bukan pola yang selalu muncul di setiap krisis. Pada situasi ekonomi yang sangat berat, masyarakat tetap akan memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan pengeluaran tambahan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa keputusan belanja tidak selalu didasarkan pada kebutuhan praktis semata. Faktor emosional dan keinginan menjaga suasana hati juga menjadi bagian penting dalam perilaku konsumen modern
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....