Alasan Tulisan di Struk Cepat Hilang
- 19 Agt 2026 14:36 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Struk belanja yang baru diterima biasanya memiliki tulisan yang jelas, tetapi beberapa waktu kemudian tulisannya bisa memudar hingga sulit dibaca. Kondisi ini sering terjadi pada struk yang disimpan di dompet, tas, atau tempat yang terkena panas.
Struk tersebut umumnya menggunakan kertas termal atau thermal paper, yaitu jenis kertas yang memiliki lapisan khusus dan dapat menghasilkan gambar melalui paparan panas. Menurut European Chemicals Agency (ECHA), kertas termal memiliki lapisan yang mengandung zat pembentuk warna sehingga tulisan dapat muncul ketika permukaannya dipanaskan oleh printer.
Berbeda dengan printer biasa yang menggunakan tinta atau toner, printer thermal bekerja dengan memberikan panas langsung pada permukaan kertas. Panas tersebut memicu reaksi pada lapisan termal sehingga bagian tertentu berubah warna dan membentuk angka, huruf, atau gambar yang tercetak.
Karena proses pencetakannya bergantung pada panas, tulisan pada kertas termal juga dapat terpengaruh oleh suhu dan kondisi lingkungan. German Federal Institute for Risk Assessment (BfR) menjelaskan bahwa paparan panas dapat menyebabkan perubahan pada kertas termal, sementara cahaya dan gesekan juga dapat memengaruhi kualitas tulisan dalam penyimpanan.
Itulah sebabnya struk yang tertinggal di dalam kendaraan atau terkena sumber panas dalam waktu lama dapat berubah warna dan kehilangan informasi yang tercetak. Kondisi tersebut tentu bisa merepotkan apabila struk masih diperlukan sebagai bukti transaksi untuk keperluan seperti pengembalian barang, garansi, atau pencatatan pengeluaran.
Jika struk masih perlu disimpan, sebaiknya letakkan di tempat yang kering, tidak panas, dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Bila tersedia, bukti transaksi dalam bentuk digital juga dapat digunakan sebagai cadangan agar informasi pembelian tetap mudah ditemukan ketika tulisan pada struk fisik mulai memudar.
Jadi, tulisan pada struk yang tiba-tiba menghilang bukan berarti printer kasir kehabisan tinta. Kertas termal memang dirancang menggunakan reaksi terhadap panas untuk menghasilkan cetakan, sehingga cara penyimpanannya ikut menentukan seberapa lama informasi tersebut dapat tetap terlihat.
Sumber:
European Chemicals Agency (ECHA), Thermal paper and substances used in its manufacture.
German Federal Institute for Risk Assessment (BfR), Questions and answers about thermal paper.
BfR. (2020). Thermal paper: exposure to bisphenols and alternatives.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....