Kenapa Kita Bisa Lupa Tujuan saat Masuk Ruangan?

  • 09 Agt 2026 20:46 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernah masuk ke sebuah ruangan, tetapi sesampainya di dalam justru lupa mau melakukan apa? Kondisi ini ternyata cukup umum dan dalam psikologi dikenal sebagai doorway effect.

Fenomena tersebut terjadi ketika seseorang berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain, misalnya berjalan dari ruang tamu menuju kamar. Perpindahan konteks ini dapat membuat otak memperbarui informasi yang sedang digunakan sehingga tujuan sebelumnya lebih sulit diingat.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Quarterly Journal of Experimental Psychology menemukan bahwa melewati pintu dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengingat informasi tertentu. Para peneliti menjelaskan bahwa otak menggunakan lingkungan sebagai bagian dari cara mengatur dan menyimpan pengalaman.

Sederhananya, otak dapat mengelompokkan informasi berdasarkan tempat atau konteks. Ketika seseorang berpindah ruangan, otak seolah membuat batas baru antara satu kejadian dengan kejadian berikutnya, sehingga informasi yang sebelumnya aktif dapat menjadi kurang mudah diakses.

Namun, bukan berarti setiap kali masuk ruangan seseorang pasti akan lupa. Efek ini juga dipengaruhi oleh seberapa penting informasi tersebut, tingkat perhatian, gangguan di sekitar, hingga banyaknya hal yang sedang dipikirkan.

Karena itu, lupa tujuan sesaat ketika masuk ruangan bukan otomatis tanda bahwa daya ingat sedang bermasalah. Bisa saja perhatian kita sedang terbagi, lalu perpindahan tempat membuat tujuan yang sebelumnya ada di pikiran menjadi lebih sulit dipanggil kembali.

Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah mengulang tujuan sebelum berpindah tempat. Misalnya, mengatakan dalam hati, “Saya ke dapur untuk mengambil botol,” sehingga otak memiliki pengingat yang lebih jelas sebelum perhatian beralih pada lingkungan baru.

Sumber:

Radvansky, G. A., Krawietz, S. A., & Tamplin, A. K. (2011). Walking through doorways causes forgetting: Environmental changes lead to forgetting. The Quarterly Journal of Experimental Psychology.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....