Gula atau Stevia? Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan

  • 31 Mei 2026 21:27 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Perdebatan mengenai penggunaan gula dan stevia sebagai pemanis masih sering muncul di tengah masyarakat. Banyak orang mulai beralih ke stevia karena dianggap lebih sehat, terutama bagi mereka yang ingin mengontrol berat badan atau kadar gula darah.

Gula merupakan sumber karbohidrat sederhana yang memberikan energi bagi tubuh. Namun, konsumsi gula berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kerusakan gigi.

Di sisi lain, stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Pemanis ini memiliki tingkat kemanisan hingga 200–300 kali lebih tinggi dibandingkan gula, tetapi hampir tidak mengandung kalori dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan.

Bagi penderita diabetes atau individu yang sedang menjalani program pengurangan kalori, stevia sering menjadi pilihan alternatif. Penggunaan stevia memungkinkan seseorang tetap menikmati rasa manis tanpa menambah asupan gula yang berlebihan dalam pola makan sehari-hari.

Meski demikian, bukan berarti stevia selalu lebih unggul dalam segala situasi. Beberapa produk stevia yang beredar di pasaran telah dicampur dengan bahan pemanis lain atau zat tambahan tertentu sehingga konsumen tetap perlu memperhatikan komposisi produk sebelum mengonsumsinya.

Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2024 menyebutkan bahwa pemanis non-nutritif, termasuk stevia, dapat membantu mengurangi asupan kalori dan mendukung pengendalian berat badan apabila digunakan sebagai pengganti gula. Namun para peneliti juga menekankan bahwa manfaat tersebut akan lebih optimal jika dibarengi pola makan sehat secara keseluruhan, bukan sekadar mengganti gula dengan pemanis alternatif.

Para ahli gizi menilai pilihan terbaik sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing individu. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, gula masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, sementara stevia dapat menjadi alternatif yang bermanfaat bagi mereka yang perlu membatasi asupan gula. Yang terpenting, kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jenis pemanis yang digunakan, tetapi juga oleh pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....