Buah Semakin Matang Semakin Manis, Apakah Kadar Gulanya Bertambah?

  • 04 Agt 2026 12:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Banyak orang lebih menyukai buah yang sudah matang karena rasanya lebih manis dan teksturnya lembut. Namun, muncul pertanyaan apakah rasa manis itu berarti kadar gula dalam buah ikut bertambah.

Saat buah mengalami proses pematangan, pati yang tersimpan di dalamnya diubah menjadi gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Perubahan inilah yang membuat rasa buah menjadi lebih manis.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, buah yang mengandung karbohidrat akan memiliki kandungan fruktosa dan glukosa yang lebih tinggi ketika semakin matang. Karena itu, buah yang sangat matang umumnya terasa lebih manis dibandingkan saat masih muda.

Dosen IPB University Ai Imas Faidoh Fatimah, STP, MP, MSc menjelaskan bahwa pada beberapa komoditas, seperti ubi Cilembu, proses penyimpanan dan pematangan menyebabkan pati berubah menjadi gula alami. Proses serupa juga terjadi pada banyak jenis buah sehingga tingkat kematangannya memengaruhi rasa manis.

Meski demikian, buah matang tetap mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Serat dalam buah utuh membantu memperlambat penyerapan gula sehingga lebih baik dibandingkan mengonsumsi jus yang diberi tambahan gula.

Bagi penderita diabetes atau orang yang sedang mengontrol gula darah, buah sangat matang sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan agar konsumsi buah yang sangat manis dan rendah serat tidak berlebihan karena kandungan fruktosa dan glukosanya lebih tinggi.

Jadi, rasa manis yang meningkat saat buah matang memang berkaitan dengan bertambahnya gula sederhana hasil pemecahan pati. Kuncinya bukan menghindari buah, melainkan memilih porsi yang sesuai dan mengonsumsinya sebagai buah utuh agar manfaat gizinya tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....