Bukan Hanya karena Berat Badan Naik, Kenali Berbagai Pemicu Stretch Mark pada Kulit

  • 31 Mei 2026 21:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Stretch mark atau guratan pada kulit merupakan kondisi yang sangat umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Meski tidak berbahaya, kemunculan stretch mark sering kali menimbulkan rasa kurang percaya diri karena dianggap mengganggu penampilan.

Stretch mark terjadi ketika kulit mengalami peregangan atau penyusutan secara cepat dalam waktu singkat. Kondisi ini menyebabkan serat kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kekuatan serta elastisitas kulit mengalami kerusakan sehingga muncul garis-garis berwarna merah muda, ungu, atau putih.

Salah satu pemicu paling umum adalah kenaikan berat badan yang terjadi secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Saat volume tubuh bertambah lebih cepat daripada kemampuan kulit untuk beradaptasi, risiko terbentuknya stretch mark akan meningkat, terutama pada area perut, paha, pinggul, lengan, dan payudara.

Kehamilan juga menjadi penyebab utama munculnya stretch mark, terutama pada trimester akhir. Pertumbuhan janin yang pesat menyebabkan kulit perut meregang secara maksimal, sementara perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat serat kulit menjadi lebih rentan terhadap kerusakan.

Selain itu, masa pubertas sering kali menjadi periode munculnya stretch mark pada remaja. Pertumbuhan tinggi badan dan perubahan bentuk tubuh yang berlangsung cepat membuat kulit harus menyesuaikan diri dalam waktu singkat sehingga memicu terbentuknya guratan pada beberapa bagian tubuh.

Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Women's Dermatology pada tahun 2023 menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki peran penting dalam munculnya stretch mark. Tinjauan ilmiah tersebut menemukan bahwa seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan stretch mark cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya, meskipun faktor lain seperti berat badan, kehamilan, dan perubahan hormonal juga berpengaruh.

Para ahli dermatologi menjelaskan bahwa stretch mark tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, terutama jika dipengaruhi faktor genetik atau perubahan hormonal. Namun, menjaga berat badan tetap stabil, mengonsumsi makanan bergizi yang mendukung produksi kolagen, mencukupi kebutuhan cairan, serta merawat kesehatan kulit dapat membantu mengurangi risiko munculnya stretch mark dan menjaga elastisitas kulit tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....