Alergi Susu Sapi? Kenali Berbagai Alternatif yang Tetap Mendukung Kebutuhan Nutri

  • 31 Mei 2026 07:06 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi makanan yang paling sering ditemukan, terutama pada bayi dan anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga memunculkan gejala seperti ruam kulit, gangguan pencernaan, batuk, hingga sesak napas pada kasus tertentu.

Bagi penderita alergi susu sapi, menghindari produk yang mengandung protein susu menjadi langkah utama untuk mencegah reaksi alergi. Namun, kebutuhan nutrisi seperti protein, kalsium, vitamin D, dan berbagai mineral penting lainnya tetap harus terpenuhi melalui sumber makanan atau minuman alternatif.

Salah satu pilihan yang banyak digunakan adalah susu berbasis tumbuhan, seperti susu kedelai, susu oat, susu almond, dan susu beras. Produk-produk tersebut umumnya tidak mengandung protein susu sapi sehingga lebih aman bagi penderita alergi, meskipun pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan usia masing-masing individu.

Untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi, penggunaan susu formula khusus biasanya menjadi rekomendasi tenaga kesehatan. Formula hidrolisat ekstensif maupun formula berbasis asam amino sering digunakan karena protein di dalamnya telah dipecah menjadi bentuk yang lebih kecil sehingga risiko memicu reaksi alergi menjadi lebih rendah.

Selain minuman pengganti, kebutuhan kalsium juga dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan lain. Sayuran hijau seperti brokoli dan pakcoy, ikan bertulang lunak seperti sarden, tahu, tempe, serta kacang-kacangan dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Manfaat penggunaan alternatif susu bagi penderita alergi susu sapi didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients tahun 2024. Dalam penelitian yang melibatkan ratusan anak dengan alergi protein susu sapi di beberapa negara Eropa tersebut, peneliti menemukan bahwa pola makan yang menggunakan susu alternatif yang diperkaya kalsium dan vitamin D mampu membantu mempertahankan status gizi serta mendukung pertumbuhan anak secara optimal ketika disertai pemantauan nutrisi yang baik.

Meski tersedia berbagai alternatif, para ahli mengingatkan agar pemilihan produk pengganti susu dilakukan dengan cermat. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap diperlukan, terutama pada bayi dan anak-anak, agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi sekaligus menghindari risiko kekurangan zat gizi penting selama masa pertumbuhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....