Vitamin D dari Cahaya Matahari, Apakah Sudah Cukup untuk Kebutuhan Tubuh?

  • 30 Mei 2026 20:46 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, meningkatkan fungsi otot, serta mendukung sistem kekebalan tubuh. Berbeda dengan sebagian besar vitamin lainnya, vitamin D dapat diproduksi secara alami oleh tubuh ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari.

Banyak orang beranggapan bahwa tinggal di negara tropis seperti Indonesia sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa paparan sinar matahari saja belum tentu menjamin kadar vitamin D seseorang berada dalam kondisi optimal.

Produksi vitamin D dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari waktu paparan sinar matahari, warna kulit, usia, penggunaan tabir surya, hingga kebiasaan beraktivitas di dalam ruangan. Seseorang yang lebih banyak bekerja di kantor atau jarang terpapar sinar matahari langsung tetap berisiko mengalami kekurangan vitamin D meskipun tinggal di wilayah dengan intensitas matahari tinggi.

Selain diperoleh dari sinar matahari, vitamin D juga dapat berasal dari makanan seperti ikan salmon, tuna, sarden, kuning telur, hati sapi, serta produk pangan yang telah difortifikasi. Kombinasi antara paparan sinar matahari yang cukup dan pola makan yang seimbang menjadi cara terbaik untuk menjaga kadar vitamin D tetap normal.

Temuan ini diperkuat oleh penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2024 yang meninjau data ribuan responden dari berbagai negara. Penelitian tersebut menemukan bahwa masih banyak orang mengalami defisiensi atau insufisiensi vitamin D meskipun tinggal di daerah yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun, terutama karena gaya hidup modern yang membuat masyarakat lebih sering berada di dalam ruangan.

Para ahli menyarankan paparan sinar matahari dilakukan pada pagi hari dengan durasi yang disesuaikan kondisi kulit dan lingkungan sekitar. Paparan pada area lengan, wajah, atau kaki selama beberapa menit secara rutin dinilai dapat membantu proses pembentukan vitamin D tanpa meningkatkan risiko kerusakan kulit secara berlebihan.

Meski demikian, pemeriksaan kadar vitamin D tetap menjadi cara paling akurat untuk mengetahui apakah kebutuhan tubuh telah terpenuhi. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar yang rendah, dokter dapat merekomendasikan perubahan pola makan atau pemberian suplemen vitamin D sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....