Doomscrolling Diam-Diam Ganggu Kesehatan Mental, Kenapa Orang Sulit Berhenti?

  • 25 Mei 2026 11:36 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial untuk melihat berita buruk atau informasi negatif dikenal dengan istilah doomscrolling. Fenomena ini semakin sering terjadi sejak penggunaan media sosial meningkat dan arus informasi bergerak sangat cepat setiap hari.

Banyak orang tidak menyadari bahwa doomscrolling dapat memengaruhi kondisi psikologis secara perlahan. Rasa cemas, stres, sulit tidur, hingga kelelahan mental menjadi dampak yang cukup sering dialami akibat terlalu lama terpapar informasi negatif.

Menurut sejumlah penelitian psikologi digital, yang dikutip dari dalam jurnal Nature Human Behaviour oleh peneliti Roxane Cohen Silver dan tim, otak manusia cenderung lebih mudah tertarik pada informasi yang bersifat mengancam atau memicu kekhawatiran. Karena itu, seseorang bisa terus membaca berita buruk meski sebenarnya merasa lelah atau tidak nyaman.

Dikutip dari World Health Organization juga pernah mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya paparan informasi digital, terutama setelah meningkatnya konsumsi media selama masa pandemi. Paparan berita negatif secara berlebihan dinilai dapat memperburuk kecemasan dan memicu tekanan emosional pada sebagian orang.

Doomscrolling sering kali terjadi tanpa disadari, terutama saat seseorang membuka media sosial sebelum tidur atau ketika sedang merasa khawatir terhadap suatu situasi. Algoritma media sosial yang terus menampilkan konten serupa juga membuat pengguna semakin sulit berhenti menggulir layar.

Selain berdampak pada mental, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hubungan sosial. Orang yang terlalu lama terjebak dalam doomscrolling cenderung sulit fokus, mudah emosional, dan lebih jarang berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk mulai membatasi waktu penggunaan media sosial dan lebih selektif memilih sumber informasi. Mengatur waktu tanpa gawai, memperbanyak aktivitas fisik, serta mengonsumsi konten positif dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan doomscrolling dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....