Manfaat Membaca Buku bagi Kesehatan Fisik dan Psikologis

  • 30 Jul 2026 22:12 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Membaca buku sering kali dianggap hanya sebagai kegiatan untuk menambah wawasan, padahal manfaatnya jauh lebih luas. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca secara rutin dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik sekaligus menjaga kesejahteraan psikologis seseorang sepanjang hidup.

Dari sisi psikologis, membaca membantu mengurangi tingkat stres dengan membawa pikiran beristirahat sejenak dari berbagai tekanan sehari-hari. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. David Lewis dari Mindlab International bekerja sama dengan University of Sussex pada 2009 menemukan bahwa membaca selama enam menit mampu menurunkan tingkat stres hingga 68 persen, bahkan lebih efektif dibandingkan mendengarkan musik atau berjalan santai.

Membaca juga berperan dalam meningkatkan fungsi otak, terutama kemampuan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan berpikir kritis. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 2021 menunjukkan bahwa aktivitas yang merangsang otak, termasuk membaca, berkaitan dengan perlambatan penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut meskipun seseorang memiliki perubahan biologis yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.

Selain menjaga fungsi otak, membaca buku juga dapat meningkatkan kemampuan memahami emosi dan sudut pandang orang lain. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science pada 2013 oleh David Comer Kidd dan Emanuele Castano menemukan bahwa membaca karya sastra fiksi mampu meningkatkan Theory of Mind, yaitu kemampuan seseorang memahami pikiran, perasaan, dan niat orang lain, sehingga dapat memperkuat empati dalam kehidupan sosial.

Manfaat membaca tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang sedang berada dalam masa tumbuh kembang. Membacakan buku sejak usia dini terbukti membantu perkembangan bahasa, memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun ikatan emosional yang lebih kuat antara anak dan orang tua.

Dari sisi kesehatan fisik, membaca dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks karena aktivitas ini mendorong penurunan ketegangan otot dan memperlambat denyut jantung setelah seseorang memasuki kondisi fokus. Kebiasaan membaca sebelum tidur juga dapat meningkatkan kualitas tidur, terutama jika dilakukan dengan buku cetak dibandingkan menggunakan gawai yang memancarkan cahaya biru dan berpotensi mengganggu produksi hormon melatonin.

Meskipun teknologi digital semakin berkembang, kebiasaan membaca buku tetap menjadi investasi penting bagi kesehatan fisik maupun mental. Dengan meluangkan waktu membaca setiap hari, seseorang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menjaga kesehatan otak, mengelola stres, meningkatkan empati, dan mempertahankan kualitas hidup hingga usia lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....