Terlalu Baik Bisa Jadi Bumerang? Kenali Sisi Gelap People Pleaser

  • 24 Apr 2026 19:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Menjadi pribadi yang suka membantu dan menyenangkan orang lain sering kali dianggap sebagai hal positif. Namun di balik itu, ada kondisi yang dikenal sebagai people pleaser, yakni seseorang yang cenderung selalu ingin memenuhi harapan orang lain, bahkan dengan mengorbankan dirinya sendiri.

People pleaser biasanya sulit mengatakan “tidak” dan merasa tidak enak jika harus menolak permintaan orang lain. Mereka sering menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan pribadi demi menjaga hubungan sosial tetap harmonis.

Menurut sejumlah penelitian dalam bidang psikologi, perilaku ini kerap berakar dari kebutuhan akan penerimaan sosial. Seseorang yang takut ditolak atau ingin selalu dianggap baik cenderung mengembangkan kebiasaan menjadi people pleaser.

Meski terlihat positif, kebiasaan ini dapat berdampak negatif jika dilakukan secara berlebihan. People pleaser rentan mengalami stres, kelelahan emosional, hingga kehilangan jati diri karena terlalu fokus pada orang lain.

Dalam beberapa kasus, sikap ini juga membuat seseorang lebih mudah dimanfaatkan. Orang lain bisa saja memanfaatkan kebaikan tersebut tanpa mempertimbangkan batasan atau kondisi si pemberi bantuan.

Para ahli menyarankan pentingnya menetapkan batasan atau boundaries dalam hubungan sosial. Mengatakan “tidak” bukan berarti bersikap egois, melainkan bentuk menjaga kesehatan mental dan menghargai diri sendiri.

Menjadi baik tetap penting, namun harus diimbangi dengan kesadaran diri dan keseimbangan. Dengan memahami batasan, seseorang tetap bisa membantu orang lain tanpa harus mengorbankan kebahagiaan dan kesejahteraannya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....