Jangan Baper Dulu, Bisa Jadi Ghosting

  • 14 Apr 2026 19:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Fenomena ghosting kini semakin sering terjadi dalam hubungan modern, terutama di era komunikasi digital. Banyak orang tiba-tiba kehilangan kontak tanpa penjelasan dari pasangan atau gebetan mereka.

Kondisi ini kerap membuat seseorang langsung merasa baper atau terbawa perasaan secara berlebihan. Padahal, sikap menghilang tersebut bisa jadi merupakan bentuk ghosting yang dilakukan oleh pasangan.

Secara psikologis, ghosting dapat menimbulkan kebingungan dan kecemasan pada pihak yang ditinggalkan. Penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa ketidakjelasan dalam hubungan dapat memicu stres emosional yang cukup signifikan.

Beberapa tanda ghosting antara lain komunikasi yang mulai jarang, balasan pesan yang semakin lama, hingga akhirnya tidak ada respon sama sekali. Kondisi ini biasanya terjadi tanpa adanya konflik besar sebelumnya.

Namun, tidak semua perubahan komunikasi berarti ghosting secara langsung. Ada kemungkinan pasangan sedang sibuk, mengalami masalah pribadi, atau membutuhkan waktu untuk diri sendiri.

Penting bagi seseorang untuk tidak langsung menyimpulkan hal terburuk tanpa komunikasi yang jelas. Mengelola emosi dan mencoba berkomunikasi secara terbuka menjadi langkah yang lebih bijak.

Jika ghosting действительно terjadi, penting untuk tetap menjaga kesehatan mental dan tidak menyalahkan diri sendiri. Fokus pada diri dan membuka peluang baru dapat menjadi cara terbaik untuk bangkit dari situasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....