Uban Genetik atau akibat Stres?
- 26 Mar 2026 13:31 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Munculnya uban sering kali dikaitkan dengan proses penuaan alami, namun tidak sedikit orang yang mengalaminya di usia muda. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah uban lebih dipengaruhi faktor genetik atau justru akibat stres.
Secara ilmiah, warna rambut ditentukan oleh pigmen melanin yang diproduksi oleh sel melanosit. Seiring bertambahnya usia, produksi melanin akan menurun sehingga rambut berubah menjadi abu-abu atau putih.
Faktor genetik menjadi penyebab utama munculnya uban, terutama jika orang tua mengalami uban di usia muda. Penelitian menunjukkan bahwa gen memiliki peran besar dalam menentukan kapan seseorang mulai mengalami perubahan warna rambut.
Namun, stres juga diduga memiliki kontribusi terhadap percepatan munculnya uban. Sebuah penelitian dari Harvard University menemukan bahwa stres dapat memicu kerusakan sel punca melanosit yang berperan dalam produksi pigmen rambut.
Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon tertentu yang berdampak pada kesehatan sel tubuh, termasuk sel rambut. Akibatnya, produksi melanin terganggu dan rambut lebih cepat kehilangan warnanya.
Meski demikian, uban akibat stres tidak selalu bersifat permanen jika penyebab stres dapat diatasi lebih awal. Gaya hidup sehat, manajemen stres, serta asupan nutrisi yang baik dapat membantu memperlambat proses munculnya uban.
Dengan demikian, munculnya uban merupakan kombinasi antara faktor genetik dan gaya hidup, termasuk tingkat stres seseorang. Memahami penyebabnya dapat membantu individu mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan rambut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....