Ramadan 2030 Terjadi Dua Kali
- 18 Mar 2026 09:54 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Pernah membayangkan menjalani ibadah puasa Ramadan dua kali dalam satu tahun? Fenomena unik ini diprediksi benar-benar terjadi pada 2030 dan menjadi momen langka yang menarik perhatian umat Muslim di seluruh dunia.
Peristiwa ini bukan tanpa alasan. Perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriah menjadi faktor utama yang membuat waktu Ramadan terus bergeser setiap tahunnya. Pergeseran ini bahkan bisa membuat Ramadan hadir dua kali dalam satu tahun kalender Masehi.
Seperti diketahui, kalender Masehi memiliki 365 hari dalam setahun, sementara kalender Hijriah hanya sekitar 354 hingga 355 hari. Artinya, ada selisih sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahun yang membuat penanggalan Hijriah “lebih cepat” bergerak.
Nah, dari sinilah fenomena itu terjadi. Pada 2030, Ramadan pertama diperkirakan jatuh pada 5 Januari. Kemudian, Ramadan kedua kembali hadir di penghujung tahun, tepatnya pada 26 Desember 2030.
Menariknya, bukan hanya Ramadan yang mengalami hal ini. Hari Raya Idul Fitri juga diprediksi bisa terjadi dua kali dalam satu tahun, meski baru akan berlangsung pada 2033, mengikuti pergeseran kalender Hijriah.
Fenomena serupa sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2000, Ramadan juga sempat muncul dua kali dalam satu tahun kalender Masehi. Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut merupakan siklus alami yang terjadi dalam periode tertentu.
Bagi umat Muslim, ini bukan sekadar fenomena langka, tetapi juga kesempatan istimewa untuk memaksimalkan ibadah. Dengan memahami perbedaan kalender ini, masyarakat diharapkan bisa lebih siap menyambut Ramadan dan memaknainya secara lebih mendalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....