Sejarah Sepeda Ontel, Dari Inovasi Transportasi hingga Menjadi Ikon Nostalgia
- 17 Agt 2026 15:48 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sepeda ontel yang kini identik dengan komunitas sepeda klasik dan suasana tempo dulu sebenarnya merupakan bagian dari perjalanan panjang perkembangan teknologi sepeda dunia. Bentuknya yang sederhana, rangka kokoh, setang tinggi, serta posisi berkendara yang khas menjadi pengingat bahwa sepeda pernah menjadi salah satu alat transportasi penting sebelum kendaraan bermotor berkembang luas.
Sejarah sepeda sendiri bermula jauh sebelum bentuk sepeda ontel dikenal seperti sekarang, salah satunya melalui draisineyang dikembangkan Karl Drais di Jerman pada 1817. Kendaraan roda dua berbahan kayu tersebut belum memiliki pedal sehingga penggunanya harus mendorong sepeda dengan kaki, tetapi inovasi itu menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan sepeda modern.
Perkembangan berikutnya terjadi ketika pedal mulai diterapkan pada kendaraan roda dua pada dekade 1860-an, terutama melalui pengembangan velocipede di Prancis. Smithsonian mencatat, pada 1863 pedal ditambahkan pada poros roda depan dalam pengembangan yang berlangsung di bengkel Pierre Michaux, meski sejarah mencatat masih terdapat perdebatan mengenai apakah Michaux atau Pierre Lallement yang paling tepat disebut sebagai pencetus inovasi tersebut.
Memasuki 1870-an, muncul sepeda ordinary atau yang kemudian populer dengan sebutan penny-farthing, dengan roda depan berukuran jauh lebih besar daripada roda belakang. Desain ini memungkinkan sepeda melaju lebih jauh dalam satu putaran pedal, tetapi posisi pengendara yang tinggi membuatnya relatif sulit dan berisiko dikendarai.
Perubahan besar terjadi pada akhir abad ke-19 ketika sepeda safety mulai berkembang dengan dua roda berukuran relatif sama, sistem penggerak rantai pada roda belakang, serta sejumlah penyempurnaan pada rem dan ban. Menurut Smithsonian, perkembangan desain tersebut membuat sepeda menjadi lebih aman dan praktis, bahkan jumlah sepeda yang digunakan di Amerika Serikat diperkirakan meningkat dari sekitar 200 ribu unit pada 1889 menjadi satu juta unit pada 1899.
Dalam kajian sejarah teknologi, perkembangan sepeda tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentuk kendaraan, tetapi juga perubahan sosial di masyarakat. Smithsonian mencatat bahwa demam bersepeda pada akhir abad ke-19 menjadi simbol mobilitas pribadi dan turut memengaruhi kehidupan sosial, termasuk memberikan ruang mobilitas yang lebih luas bagi perempuan serta mendorong perubahan dalam gaya berpakaian dan aktivitas masyarakat.
Adapun sejarah sepeda ontel di Indonesia berkembang seiring masuk dan meluasnya penggunaan sepeda pada masa kolonial, kemudian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga berbagai jenis kendaraan modern mengambil alih fungsi transportasi tersebut. Kini sepeda ontel tidak hanya dipandang sebagai kendaraan lama, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian sejarah dan budaya, seperti yang terlihat dari keberadaan komunitas sepeda ontel di berbagai daerah yang menggunakan sepeda klasik untuk kegiatan komunitas, parade, hingga peringatan hari bersejarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....