Usia Ideal Anak Puasa Penuh
- 27 Feb 2026 08:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Ramadhan selalu punya daya tarik magis bagi anak-anak. Mereka melihat orang tua sahur, menahan lapar, lalu berbuka bersama dengan suasana hangat. Tak heran, banyak anak ingin ikut berpuasa penuh. Tapi, sebenarnya di usia berapa anak boleh berpuasa tanpa membahayakan kesehatannya?
Secara syariat, kewajiban puasa berlaku setelah anak mencapai baligh. Tanda baligh antara lain usia 15 tahun, mengalami ihtilam pada anak laki-laki, atau haid pada anak perempuan. Namun sebelum itu, anak sudah boleh berlatih puasa sebagai bentuk pembiasaan. Dalam Islam, anak usia sekitar 7 tahun mulai dikenalkan pada ibadah, termasuk puasa, tentu dengan pendekatan yang bijak dan tanpa paksaan.
Lalu kapan anak idealnya mulai puasa penuh? Banyak pendapat menyebut rentang usia 9 hingga 14 tahun sebagai masa yang relatif aman. Di usia ini, daya tahan tubuh anak umumnya lebih stabil dan mereka lebih mampu mengontrol rasa lapar serta haus. Untuk anak di bawah 9 tahun, latihan bertahap seperti puasa setengah hari bisa menjadi pilihan.
Kesiapan anak tak hanya soal usia. Anak yang sudah mampu berpuasa setengah hari tanpa lemas berlebihan, tetap aktif, serta tidak menunjukkan tanda dehidrasi seperti pusing atau bibir kering, biasanya lebih siap menjalani puasa penuh. Kebiasaan makan sehat dan pola tidur teratur juga sangat berpengaruh.
Selain fisik, kesiapan mental penting diperhatikan. Anak yang memahami makna puasa—belajar sabar, disiplin, dan empati—akan lebih kuat menjalaninya dibanding yang sekadar ikut-ikutan. Jika anak memiliki kondisi medis seperti anemia atau diabetes, konsultasi dokter sangat disarankan sebelum memutuskan puasa penuh.
Agar puasa berjalan lancar, pastikan asupan sahur dan berbuka seimbang: karbohidrat kompleks, protein, sayur, buah, serta cukup air sekitar lima gelas antara berbuka hingga sahur. Hindari makanan terlalu asin, manis, atau berminyak agar anak tidak cepat haus dan lemas.
Dengan bimbingan yang tepat, puasa bisa menjadi momen belajar yang bermakna bagi anak. Perhatikan kesiapan fisik dan mentalnya, dampingi dengan nutrisi yang baik, dan jadikan Ramadhan sebagai pengalaman spiritual yang hangat serta menyenangkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....