Berat Badan Naik Saat Puasa? Ini Sebabnya
- 26 Feb 2026 14:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Puasa sering dianggap sebagai “jalan pintas” menurunkan berat badan. Logikanya sederhana: jam makan berkurang, kalori turun, angka timbangan ikut menyusut. Namun realitasnya sering lebih licin dari teori. Tak sedikit orang justru mengalami kenaikan berat badan selama Ramadan.
Secara biologis, ketika asupan makan dibatasi, tubuh beradaptasi. Ia menahan energi, memperlambat pembakaran kalori, dan bersiap menghadapi “masa sulit”. Jika setelah berbuka kita membalasnya dengan makan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan lemak, maka surplus kalori tak terhindarkan. Hasilnya tentu saja jarum timbangan bergerak naik, bukan turun.
Salah satu faktor utama adalah pola makan saat berbuka hingga sahur. Rasa lapar yang tertahan seharian dapat memicu makan berlebihan. Ditambah lagi kebiasaan menyantap gorengan, makanan manis, dan hidangan tinggi santan. Kombinasi ini padat kalori tetapi minim serat dan protein—dua komponen penting yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
Aktivitas fisik juga sering menurun selama puasa. Tubuh terasa lemas, lalu olahraga pun diabaikan. Padahal, bergerak membantu menjaga metabolisme tetap aktif. Metabolisme adalah proses tubuh mengubah makanan menjadi energi. Jika metabolisme melambat sementara asupan kalori meningkat, penumpukan lemak lebih mudah terjadi.
Faktor tidur tak kalah penting. Perubahan jadwal karena sahur bisa mengurangi durasi istirahat malam. Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan hormon pemicu rasa lapar, seperti ghrelin, dan menurunkan hormon kenyang, leptin. Akibatnya, keinginan makan di malam hari semakin besar.
Lalu bagaimana menyiasatinya? Kuncinya keseimbangan. Hindari makan berlebihan saat berbuka dan sahur. Pilih makanan tinggi serat dan protein agar kenyang lebih lama. Batasi gula, gorengan, dan makanan berlemak. Cukupi kebutuhan cairan, serta tetap lakukan olahraga ringan seperti jalan santai atau yoga.
Puasa pada dasarnya bisa menjadi momen menyehatkan tubuh. Namun tanpa pengaturan pola makan, aktivitas, dan tidur yang baik, efeknya bisa berbalik arah. Tubuh selalu mengikuti hukum energi: apa yang masuk dan apa yang dibakar. Memahaminya membuat kita lebih bijak—dan lebih siap menjalani Ramadan dengan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....