Energy Gel untuk Pelari, Benarkah Mampu Meningkatkan Performa dan Daya Tahan?
- 19 Jun 2026 17:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Energy gel semakin populer di kalangan pelari jarak menengah hingga maraton karena dianggap mampu membantu menjaga stamina selama berolahraga. Produk ini umumnya mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh sehingga dapat menjadi sumber energi cepat ketika cadangan glikogen mulai menurun.
Menurut rekomendasi dari American College of Sports Medicine (ACSM), atlet ketahanan yang berolahraga lebih dari satu jam membutuhkan asupan karbohidrat sekitar 30 hingga 60 gram per jam untuk mempertahankan performa. Energy gel menjadi salah satu pilihan praktis karena mudah dikonsumsi tanpa perlu berhenti terlalu lama saat berlari.
| Baca juga: Skincare Tepat Sesuai Jenis Kulit |
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition pada 2013 menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat selama aktivitas olahraga dapat membantu mempertahankan kadar glukosa darah dan mengurangi kelelahan pada olahraga berdurasi panjang. Studi tersebut melibatkan atlet ketahanan dan menemukan bahwa asupan karbohidrat selama latihan mampu meningkatkan kapasitas kerja dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi karbohidrat.
Selain karbohidrat, beberapa energy gel juga diperkaya dengan kafein, natrium, serta elektrolit yang berfungsi membantu menjaga fokus dan keseimbangan cairan tubuh. Sebuah tinjauan penelitian dalam Sports Medicine tahun 2019 menyebutkan bahwa konsumsi kafein dengan dosis 3 hingga 6 miligram per kilogram berat badan dapat meningkatkan daya tahan dan performa pada cabang olahraga ketahanan, termasuk lari.
Penggunaan energy gel sebaiknya disesuaikan dengan durasi dan intensitas latihan. Untuk lari dengan durasi kurang dari satu jam, tubuh umumnya masih memiliki cadangan energi yang cukup sehingga energy gel belum terlalu diperlukan, sedangkan pada lari lebih dari 90 menit, konsumsi satu sachet setiap 30 hingga 45 menit dapat membantu menjaga performa.
Meski demikian, pelari dianjurkan untuk mencoba berbagai jenis energy gel saat latihan dan bukan ketika mengikuti perlombaan. Hal ini penting karena sebagian orang dapat mengalami gangguan pencernaan seperti mual, perut kembung, atau diare apabila mengonsumsi energy gel yang tidak sesuai dengan kondisi tubuhnya.
Para ahli gizi olahraga juga menyarankan agar energy gel dikonsumsi bersama air putih untuk membantu penyerapan karbohidrat dan mengurangi risiko gangguan lambung. Dengan penggunaan yang tepat dan disertai pola latihan serta nutrisi yang seimbang, energy gel dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan daya tahan dan performa saat berlari, terutama pada jarak jauh seperti half marathon dan maraton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....