Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu-Tempe Bengkulu Kecilkan Ukuran

  • 19 Agt 2026 20:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional membuat produsen tahu dan tempe di Kota Bengkulu memilih menyesuaikan ukuran produk daripada menaikkan harga jual. Strategi ini dilakukan untuk menjaga harga tetap terjangkau dan mempertahankan daya beli konsumen.

Salah satu produsen tahu dan tempe di Kota Bengkulu, Vera (38) mengatakan harga kedelai impor kini berada di kisaran Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp10.000. Selain kedelai, kenaikan harga plastik pembungkus turut menekan margin usaha.

Menurut Vera, kenaikan harga jual berisiko membuat konsumen mengurangi pembelian atau beralih ke produk lain. Karena itu, ia memilih mengurangi ukuran produk agar harga jual tetap dapat dipertahankan.

“Dampaknya paling kita mengecilkan ukuran produk. Kalau harga dinaikkan, konsumen keberatan,” ujar Vera, Rabu 19 Agustus 2026.

Usaha yang telah dijalankan keluarganya selama lebih dari 10 tahun tersebut mengolah sekitar 50 hingga 70 kilogram kedelai setiap hari untuk produksi tempe. Sementara kebutuhan kedelai untuk tahu mencapai lebih dari 60 kilogram per hari yang diperoleh dari pemasok lokal di Kota Bengkulu.

Dari bahan baku tersebut, Vera memproduksi sekitar 300 hingga 400 buah tempe dan 10 hingga 20 bak tahu setiap hari. Produk kemudian didistribusikan ke sejumlah lokasi, termasuk Pasar Panorama, hingga warung pengecer.

Meski menghadapi kenaikan biaya produksi, permintaan terhadap tahu dan tempe buatannya masih terjaga. “Kalau permintaan justru tetap ada dan bertambah,” katanya.

Vera menyebut omzet usaha saat ini sekitar Rp500.000 per hari. Ia berharap dapat melakukan modernisasi peralatan produksi untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja manual.

“Harapannya ke depan usaha bisa semakin berkembang dan alat produksi makin canggih. Saat ini cukup sulit mendapatkan tenaga kerja yang konsisten, jadi peremajaan alat akan sangat membantu proses produksi,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....