Harga Tiket Pesawat Bengkulu–Jakarta Naik, Ini Penjelasan Angkasa Pura
- 10 Apr 2026 11:35 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kenaikan harga tiket pesawat dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menuju Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya permintaan penumpang hingga meningkatnya biaya operasional maskapai.
Executive General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhamad Haekal menjelaskan, tingginya harga tiket tidak hanya dipengaruhi satu faktor saja, melainkan kombinasi antara supply dan demand penerbangan.
Menurutnya, setelah masa angkutan Lebaran yang berakhir sekitar dua minggu lalu, permintaan penerbangan dari dan menuju Bengkulu masih cukup tinggi. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan tiket pesawat, terutama untuk rute Bengkulu menuju Jakarta.
“Kalau kita lihat, selepas angkutan Lebaran permintaan masih tinggi. Minggu lalu dan minggu ini juga masih cukup tinggi. Parameter utamanya tentu supply dan demand, apakah tersedia maskapai dan jumlah penerbangannya,” kata Haekal, dikutip Jumat 10 April 2026.
Ia mengatakan, berkurangnya frekuensi penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia turut mempengaruhi ketersediaan kursi. Hal tersebut menyebabkan masyarakat lebih sulit mendapatkan tiket, terutama pada jadwal penerbangan tertentu.
Selain itu, kenaikan harga bahan bakar avtur juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi harga tiket pesawat.
“Kalau melihat data, harga avtur sebelumnya sekitar Rp15.000 per liter dan kini naik menjadi sekitar Rp25.000 per liter atau meningkat hampir 70 persen. Tentunya ini berdampak pada biaya operasional maskapai dan berpengaruh terhadap harga tiket,” ujarnya.
Meski demikian, Haekal menegaskan tarif tiket pesawat tetap mengacu pada aturan pemerintah terkait batas atas dan batas bawah tarif penerbangan. Ia juga menyinggung munculnya tiket dengan harga tinggi, seperti sekitar Rp5,6 juta, yang umumnya merupakan tiket kelas bisnis.
“Kalau misalnya Batik Air sampai Rp5,6 juta, itu biasanya kelas bisnis. Maskapai tersebut bukan kategori low cost carrier. Low cost itu seperti Super Air Jet atau Citilink yang fokus di kelas ekonomi,” ucapnya.
| Baca juga: Harga Emas Naik Tipis Menjelang Akhir Pekan |
Sementara itu, sebelum kenaikan harga avtur, rata-rata harga tiket kelas ekonomi dari Bengkulu menuju Jakarta berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp1,4 juta. Saat ini harga tiket bervariasi tergantung waktu pemesanan dan ketersediaan kursi.
Dari sisi pergerakan penumpang, Bandara Fatmawati Soekarno mencatat jumlah penumpang harian masih berada di atas kondisi normal. "Contohnya kemarin jumlah penumpang sekitar 1.400 orang datang dan berangkat. Normalnya berkisar antara 1.200 hingga 1.600 penumpang per hari,” kata Haekal.
Untuk ketersediaan kursi, ia menyebut penerbangan dari Bengkulu menuju Jakarta pada pekan ini hampir penuh. "Untuk Bengkulu ke Jakarta minggu ini sebagian besar sudah penuh, sementara dari Jakarta ke Bengkulu masih ada beberapa kursi tersedia,” ujarnya.
Terkait pengurangan penerbangan Garuda Indonesia, Haekal mengatakan maskapai Citilink sementara ini menambah frekuensi penerbangan guna mengisi kekosongan.
“Saat ini Citilink yang sebelumnya satu penerbangan menjadi dua penerbangan. Namun untuk penambahan frekuensi lagi masih dalam proses pengajuan,” kata Haekal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....