Penjualan BBM di Sejumlah Pertashop Bengkulu Mulai Terdampak Kenaikan Harga

  • 08 Jul 2026 13:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak terhadap penjualan di sejumlah Pertashop di Kota Bengkulu. Namun, dampaknya belum merata karena ada Pertashop yang mengalami penurunan penjualan, sementara lainnya masih mencatat jumlah pembeli yang relatif stabil.

Petugas Pertashop di Jalan Mahakam, Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Setiaji (25), mengatakan kenaikan harga Pertamax membuat jumlah pelanggan berkurang dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut biasanya satu ton Pertamax habis terjual dalam sehari, tetapi sejak harga naik stok tersebut tidak lagi habis.

"Kondisi itu berbeda saat terjadi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU beberapa waktu lalu. Ketika itu, penjualan Pertamax di Pertashop meningkat hingga mampu menghabiskan sekitar tiga ton dalam sehari," ujarnya, Rabu 8 Juli 2026.

Ia menambahkan Pertashop tempatnya bekerja melayani masyarakat setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Mayoritas pembeli merupakan pengendara yang memilih mengisi BBM di Pertashop karena lokasinya mudah dijangkau,.

Sementara itu, petugas Pertashop di Jalan Gunung Bungkuk, Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Alvin (35), mengaku kenaikan harga Pertamax belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan. Menurutnya, jumlah pembeli masih tergolong stabil meski terjadi penyesuaian harga.

Alvin mengatakan pasokan Pertamax di Pertashop tersebut mencapai sekitar dua ton setiap hari. Pengisian BBM didominasi kendaraan roda dua dengan waktu pelayanan tersibuk pada pukul 08.00–10.00 WIB dan kembali meningkat pada pukul 16.00–18.00 WIB,.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha Pertashop di tengah tingginya harga Pertamax yang memperlebar selisih harga dengan Pertalite. Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan penjualan Pertamax di banyak Pertashop menurun drastis hingga pelaku usaha kesulitan bertahan.

Steven menjelaskan penurunan penjualan terjadi hampir di seluruh daerah, termasuk Pertashop yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari SPBU. Ia menyebut rata-rata penjualan Pertamax turun sekitar 60–70 persen sehingga perputaran stok menjadi lebih lambat, dari yang sebelumnya habis dalam sehari menjadi hampir sepekan untuk menghabiskan kuota dua kiloliter.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....