Penanganan Bencana Bagi Penyandang Disabilitas Diperlukan Metode Khusus
- 17 Sep 2026 10:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Mitigasi dan penanggulangan bencana bagi penyandang disabilitas membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan masyarakat non-disabilitas. Perbedaan kondisi dan kebutuhan membuat proses evakuasi hingga penanganan di lokasi bencana perlu disesuaikan agar tetap aman dan efektif.
Pengawas Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Bengkulu, Deddy Syahputra, mengatakan penanganan terhadap penyandang disabilitas tidak dapat disamakan dengan masyarakat non-disabilitas ketika bencana terjadi. Menurutnya, kondisi penyandang disabilitas memiliki keterbatasan tertentu yang perlu menjadi pertimbangan dalam setiap langkah penanggulangan bencana.
Deddy menuturkan, perbedaan tersebut harus dipahami oleh pihak-pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana, terutama ketika melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan. Pendekatan yang digunakan perlu melihat kondisi serta kebutuhan masing-masing penyandang disabilitas di lokasi kejadian.
“Kalau untuk disabilitas ini kan untuk bencana ketika bencana itu terjadi penanggulangannya itu tidak bisa disamakan dengan non-disabilitas, karena non-disabilitas ini kan bisa dibilang tidak ada batasan seperti disabilitas,” ujar Deddy.
Ia menjelaskan, metode penanganan yang diterapkan petugas kebencanaan juga tidak dapat menggunakan pola yang sama untuk seluruh korban bencana. Perbedaan kemampuan dalam bergerak, berkomunikasi, maupun menerima informasi menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan tindakan di lapangan.
Deddy mengatakan, penyesuaian metode tersebut penting agar penyandang disabilitas tidak mengalami kesulitan tambahan saat proses evakuasi maupun ketika mendapatkan pertolongan. Petugas juga perlu memahami cara berinteraksi dan memberikan bantuan sesuai dengan kondisi penyandang disabilitas.
“Kemudian metode-metode yang dilakukan oleh pihak-pihak seperti penanggap kebencanaan ini kan tidak bisa juga sama. Tindakan yang akan dilakukan di lokasi, terhadap disabilitas dan non-disabilitas,” tutur Deddy.
Menurut Deddy, pemahaman mengenai kebutuhan penyandang disabilitas perlu menjadi bagian dalam kesiapsiagaan bencana. Dengan pendekatan yang inklusif, upaya mitigasi dan penanggulangan bencana diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih sesuai bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....