Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Polusi Udara dan Kebakaran

  • 12 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Musim kemarau tidak hanya membuat cuaca terasa lebih panas, tetapi juga meningkatkan sejumlah risiko terhadap lingkungan. Penurunan curah hujan membuat tanah menjadi lebih kering dan kondisi vegetasi turut mengalami penurunan.

Akademisi UINFAS Bengkulu, Fadilah, M.Si., mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena dampak musim kemarau saling berkaitan. Ia mengingatkan bahwa berkurangnya curah hujan dapat memengaruhi kondisi tanah hingga kualitas udara.

“Kita ini bukan sekedar bicara cuaca panas, ada kaitan-kaitan lainnya yang harus kita pahami, dengan adanya musim kemarau ini,” ujar Fadilah. Menurut Fadilah, masyarakat perlu memahami berbagai perubahan lingkungan yang terjadi selama musim kemarau.

Fadilah menuturkan, musim kemarau menyebabkan curah hujan menurun sehingga tanah menjadi kering. Kondisi tanah yang kering kemudian berdampak pada berkurangnya vegetasi di lingkungan.

“Berarti curah hujan menurun, ketika curah hujan menurun berarti kan tanah-tanah kita akan kering, sehingga vegetasi juga akan menurun,” ucap Fadilah. Berkurangnya vegetasi membuat lingkungan lebih mudah mengalami peningkatan debu dan polusi.

Fadilah yang juga menjabat Kepala Pusat Lingkungan Hidup UINFAS Bengkulu, mengatakan penurunan vegetasi juga berpengaruh terhadap kualitas udara. Debu dan polusi yang meningkat selama kondisi kering dapat menyebabkan kualitas udara di lingkungan menjadi menurun.

“Ketika vegetasi menurun, debu-debu, polusi, itu akan meningkat, kualitas udaranya akan menurun,” tutur Fadilah. Karena itu, kondisi lingkungan selama musim kemarau perlu mendapat perhatian agar dampaknya tidak semakin meluas.

Selain meningkatkan debu dan polusi, kondisi lingkungan yang kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran. Fadilah mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan untuk mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.

“Kalau sudah kering begitu, resiko kebakaran juga akan meningkat, artinya apa, ya kita harus menjaga lingkungan,” ujar Fadilah. Ia berharap masyarakat dapat menjaga lingkungan dan lebih waspada terhadap berbagai risiko yang muncul akibat kondisi kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....