Cara Mencegah Kebakaran Lahan, Kenali Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan
- 24 Agt 2026 12:22 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu : Memasuki musim kemarau, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar, terutama ketika disertai angin kencang dan minimnya curah hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut risiko karhutla pada 2026 meningkat seiring kondisi kemarau yang lebih kering, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September di banyak wilayah Indonesia.
Salah satu langkah paling penting adalah tidak membakar lahan secara sembarangan. Pembakaran untuk membersihkan kebun, membuka lahan, maupun membakar sampah dapat menjadi sumber api yang sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan kering. Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan cara lain, seperti membersihkan lahan secara manual, menggunakan kembali sisa tanaman sebagai kompos atau mulsa, serta mengelola sampah tanpa pembakaran terbuka. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mendorong pembukaan lahan dengan cara tanpa membakar.
Beberapa tips pencegahan kebakaran lahan yang dapat dilakukan masyarakat:
- Hindari membakar lahan dan sampah, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
- Bersihkan bahan yang mudah terbakar di sekitar rumah, kebun, dan lahan dengan cara yang aman.
- Jangan meninggalkan api atau bara setelah memasak, membakar sesuatu, atau melakukan aktivitas di luar ruangan.
- Sediakan sumber air dan peralatan sederhana, seperti ember, selang, atau alat pemadam, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan kebakaran.
- Pantau kondisi cuaca dan tingkat kekeringan melalui informasi resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di lahan. BMKG menyediakan informasi peringatan karhutla berdasarkan kondisi kekeringan dan potensi bahan bakar mudah terbakar.
Pencegahan juga perlu dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat dapat membentuk atau memperkuat kelompok yang melakukan patroli dan pemantauan lingkungan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut, semak belukar, perkebunan, dan kawasan hutan. Deteksi dini sangat penting karena api yang diketahui sejak awal akan lebih mudah dikendalikan sebelum meluas. Pemerintah juga mendorong penguatan patroli terpadu, pemantauan hotspot, pembasahan lahan gambut, serta pembangunan sekat kanal di kawasan yang rentan.
Jika menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran, masyarakat sebaiknya tidak mengambil risiko dengan mencoba memadamkan api yang sudah membesar seorang diri. Segera laporkan kepada aparat desa, petugas pemadam kebakaran, BPBD, atau pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan indikasi kebakaran sehingga api dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas.
Pencegahan kebakaran lahan pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas pemadam. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah dan lahan, menjaga kebersihan area sekitar, serta aktif memantau kondisi lingkungan dapat membantu mengurangi risiko karhutla. Dengan kewaspadaan dan kerja sama masyarakat, potensi kebakaran dapat ditekan sehingga kualitas udara, lingkungan, lahan pertanian, dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Sumber : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....