Musim Kemarau, Kualitas Air Bersih untuk Konsumsi Perlu Diperhatikan
- 31 Agt 2026 11:40 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Musim kemarau membuat kebutuhan air bersih semakin mendesak, sehingga masyarakat perlu memperhatikan tidak hanya ketersediaannya, tetapi juga kualitas air yang digunakan sehari-hari. Air untuk konsumsi harus memenuhi standar kesehatan agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Akademisi UINFAS Bengkulu, Fadilah, S.Si., M.Si., mengatakan air yang layak dikonsumsi harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari aspek fisik, kimia, hingga mikrobiologi. Menurutnya, secara fisik air harus terlihat jernih, tidak keruh, dan tidak berbau.
“Air yang layak dikonsumsi itu ada beberapa kategori yang harus dipenuhi, jadi secara fisik dia terlihat jernih, tidak keruh, juga tidak berbau,” ujar Fadilah. Ia menjelaskan, dari aspek kimia, kandungan air juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat zat yang membahayakan kesehatan.
Fadilah mengatakan pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui kandungan kimia dalam air yang digunakan masyarakat. “Secara kimia dia mengandung kandungan apa, ada mengandung kandungan berbahaya atau tidak, nah itu caranya ya kita harus cek lab,” katanya.
Selain aspek fisik dan kimia, kualitas air juga perlu diperiksa dari sisi mikrobiologi untuk memastikan tidak terdapat bakteri yang membahayakan kesehatan. “Kemudian dari segi mikrobiologinya itu bisa kita cek apa ada kandungan E. coli, bakteri-bakteri yang membahayakan kesehatan,” ujar Fadilah.
Menurut Fadilah, masyarakat juga perlu membedakan air yang digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus atau MCK dengan air yang digunakan untuk konsumsi. Perbedaan peruntukan tersebut menentukan parameter kualitas yang harus dipenuhi oleh air.
Masyarakat yang menggunakan air galon isi ulang juga diminta tetap memperhatikan kualitas air sebelum dikonsumsi, meskipun air tersebut mudah diperoleh. Mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium penting dilakukan untuk memastikan air galon isi ulang memenuhi standar kesehatan dan aman untuk diminum.
Fadilah menegaskan bahwa kebutuhan air selama musim kemarau harus diimbangi dengan perhatian terhadap kualitas air yang digunakan masyarakat. “Namun untuk air ini kita harus pisahkan juga dia hanya dipakai untuk MCK kah atau dikonsumsi, kalau dipakai MCK secara umum dia tidak begitu banyak parameter yang harus kita penuhi,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....