Panahan Tradisional Tak Sekadar Olahraga, Ada Nilai Budaya Didalamnya
- 17 Agt 2026 09:44 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Panahan tradisional di Kota Bengkulu menjadi pilihan olahraga masyarakat karena melatih konsentrasi, pengendalian emosi, dan kedisiplinan.
- Olahraga ini memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik tetapi juga kemampuan mengendalikan diri.
- SAI Archery Bengkulu menggelar kegiatan latihan bersama pada 15 Agustus 2026 yang diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
RRI.CO.ID, Bengkulu — Panahan tradisional di Kota Bengkulu masih menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga sekaligus melatih konsentrasi, pengendalian emosi, dan kedisiplinan. Olahraga yang menggunakan busur dan anak panah tradisional ini dinilai memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan latihan bersama yang digelar SAI Archery Bengkulu, pada 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Suasana latihan berlangsung antusias, Para peserta berusaha membidik sasaran dan mengarahkan anak panah ke titik tengah target. Tidak hanya peserta dewasa, anak-anak juga terlihat bersemangat mengikuti setiap tahapan latihan yang diberikan.
Salah seorang peserta, Agus Taifur, mengatakan panahan tradisional merupakan olahraga yang menyenangkan karena memberikan manfaat bagi fisik sekaligus emosional.“Tentunya ini panahan yang cukup menyenangkan, selain olahraga fisik kita juga olahraga rohani kita juga,” ujar Agus.
Menurutnya, tingkat kesulitan dalam memanah berbeda pada setiap individu. Teknik dasar yang diberikan dalam latihan menjadi bekal bagi peserta, sementara hasilnya bergantung pada kemampuan masing-masing dalam menyesuaikan teknik dengan karakter dan gaya memanah.
Agus berharap panahan tradisional di Bengkulu dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya para penggiat olahraga. Ia menilai olahraga tersebut memiliki potensi untuk menjadi kegiatan positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Bengkulu yang menaungi panahan tradisional di daerah tersebut, Dedi, menjelaskan bahwa panahan tradisional dan panahan modern memiliki tujuan yang sama, yakni menjalankan sunnah. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari sisi perlengkapan dan teknik yang digunakan.
“Alhamdulillah untuk Kota Bengkulu kita masih merintis dan dalam database kita sudah ada 64 atlet di Kota Bengkulu, khususnya panahan tradisional,” ujar Dedi. Dedi menjelaskan, salah satu karakteristik panahan tradisional adalah penggunaan kemampuan dan keterampilan pemanah tanpa mengandalkan berbagai perangkat tambahan seperti yang terdapat pada panahan modern.
Ia berharap panahan tradisional menjadi pilihan masyarakat Bengkulu untuk berolahraga sekaligus menjalankan ibadah. Menurutnya, olahraga ini juga dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter anak, terutama dalam melatih fokus, kedisiplinan, kesabaran, dan mengurangi interaksi berlebihan dengan gadget.
Latihan bersama SAI Archery Bengkulu juga menjadi wadah bagi para penggiat panahan tradisional untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kemampuan. Dengan semakin banyaknya minat masyarakat, panahan tradisional di Kota Bengkulu diharapkan terus berkembang dan menarik lebih banyak generasi muda untuk menekuni olahraga yang mengajarkan konsentrasi serta pengendalian diri. (Akbar.mpn)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....