Pelepah Pisang Disulap Menjadi Piring Bernilai Ekonomi di Bengkulu tengah

  • 22 Agt 2026 18:57 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pelepah pisang yang selama ini lebih banyak dianggap sebagai limbah pertanian ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Potensi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Pelepah Pisang Menjadi Produk Bernilai Ekonomis” di Desa Kertapati Mudik, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah, 18 Juli 2026.

Kegiatan ini menyasar Kelompok Tani Talang Kunjung Desa Kertapati Mudik dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Pelepah pisang dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan masyarakat, namun selama ini pemanfaatannya masih belum dilakukan secara optimal.

Tim pengabdian terdiri atas Ir. Agus Nuramal, S.T., M.T., Prof. Dr. Ir. Hendri Hestiawan, S.T., M.T., dan Tessa Zulenia Fitri yang memberikan pemahaman sekaligus pelatihan praktik pengolahan pelepah pisang menjadi piring. Agus Nuramal mengatakan, praktik langsung diberikan agar peserta tidak hanya memahami proses secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelepah pisang yang selama ini dianggap sebagai limbah masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ujar Agus. Ia berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan masyarakat menjadi kegiatan produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi potensi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan alat hot-press kepada Kelompok Tani Talang Kunjung untuk mendukung proses pencetakan dan pembentukan piring berbahan pelepah pisang. Bantuan peralatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga masyarakat tetap dapat melanjutkan produksi setelah program pendampingan selesai.

Pemanfaatan pelepah pisang menjadi produk fungsional dinilai membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan. Produk yang dihasilkan masih dapat dikembangkan dari sisi bentuk, desain, kualitas, kapasitas produksi, hingga strategi pemasaran sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Kegiatan PkM tersebut didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Tim pengabdian berharap Kelompok Tani Talang Kunjung dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan, sehingga pelepah pisang tidak lagi sekadar menjadi limbah, tetapi dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....