Mitigasi Bencana Melalui ICSS dalam Pembelajaran Digital di SMPN 47 Seluma
- 15 Agt 2026 19:50 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Seluma - Program mitigasi bencana melalui aplikasi Integrated Circuit Sport Science (ICSS) mulai diterapkan di Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) SMPN 47 Seluma. Program ini mengintegrasikan edukasi kebencanaan dengan digitalisasi pembelajaran sehingga siswa, guru, dan masyarakat sekitar sekolah memiliki pengetahuan untuk mengenali potensi bencana dan dapat mempersiapkan diri lebih awal.
Penerapan ICSS tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Unib, yang diketuai Dr. Bogy Restu Ilahi, M.Pd. Melalui program ini, pelatihan mitigasi bencana dikembangkan dalam bentuk pembelajaran digital yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh warga sekolah maupun masyarakat sekitar.
Guru SMPN 47 Seluma sekaligus pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Provinsi Bengkulu, Suyanti, M.Si., mengatakan ICSS menyediakan media digital berupa website mini yang dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai tanda-tanda terjadinya bencana. Menurutnya, informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat mengenali risiko bencana sehingga dapat melakukan persiapan sebelum bencana terjadi.
"Di dalam ICSS yang bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Unib yang diketuai oleh pak Bogy, kita menerapkan pelatihan mitigasi bencana yang terintegrasi dalam digitalisasi pembelajaran. Ini berupa website mini skrip yang bisa dimanfaatkan oleh siswa dan guru serta warga di sekitar sekolah untuk mengetahui tanda-tanda adanya bencana, sehingga bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu,” ujar Suyanti.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga membekali siswa dan guru dengan kemampuan mengidentifikasi potensi bencana seperti banjir dan gempa bumi. Peserta juga diberikan pengetahuan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika bencana terjadi sehingga diharapkan mampu merespons situasi darurat dengan lebih tepat.
Kolaborasi dengan SMPN 47 Seluma turut didukung status sekolah tersebut sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Kebiasaan menggunakan berbagai produk Google dalam proses pembelajaran dinilai mempermudah integrasi teknologi digital ke dalam pelatihan mitigasi bencana sekaligus mendorong peningkatan literasi digital siswa dan guru.
Menurut Suyanti, penerapan teknologi dalam pembelajaran juga relevan dengan kondisi lingkungan sekolah yang kerap menghadapi ancaman banjir. Kondisi tersebut membuat edukasi mitigasi bencana menjadi penting agar warga sekolah memiliki pemahaman dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di sekitar SMPN 47 Seluma.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan bencana, pemanfaatan ICSS dan teknologi digital di KSRG SMPN 47 Seluma, juga dinilai dapat mengembangkan keterampilan siswa dalam menghasilkan berbagai produk digital. Siswa dapat memanfaatkan aplikasi Google untuk membuat produk yang berkaitan dengan promosi wisata daerah, produk lokal, serta kearifan lokal yang berada di sekitar Desa Air Kemuning, Kabupaten Seluma.
Melalui penerapan tersebut, pembelajaran di SMPN 47 Seluma tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi akademik, tetapi juga keterampilan digital dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Integrasi teknologi, pendidikan kebencanaan, dan potensi lokal diharapkan dapat membentuk siswa yang lebih adaptif, kreatif, serta mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....