Penurunan Harga Telur Ayam Ras di Pulau Jawa, Belum Pengaruhi Peternak di Bengkulu

  • 03 Jul 2026 11:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Libur sekolah yang bertepatan dengan penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada penurunan harga telur ayam ras di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa. Namun, kondisi tersebut belum memengaruhi harga telur ayam di Bengkulu di tingkat peternak.

Sebagai contoh, di Pasar Besar Ngawi, harga eceran telur ayam ras saat ini terjun bebas ke angka Rp22.000 per kilogram per 2 Juli 2026. Sebelumnya, harga telur sempat melambung di kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram, bahkan sempat menyentuh harga tertinggi Rp28.000 per kilogram saat program MBG masih berjalan aktif, seperti dikutip dari RRI Madiun.

Pengusaha telur lokal di Bengkulu, Rechi, mengatakan kondisi naik turun harga telur yang terjadi di luar daerah tidak memengaruhi usahanya. "Kalau libur seperti ini dari beberapa informasi harga telur di luar turun, namun kami tidak terpengaruh, karena konsumen kami itu dari rumah tangga, warung-warung, bukan dari dapur MBG," ujar Rechi.

Ia menjelaskan, mayoritas pembeli telur di Bengkulu berasal dari rumah tangga dan warung-warung kecil Karena itu, harga jual telur ayam ras dari usahanya cenderung stabil meskipun terjadi penurunan harga di wilayah lain.

Rechi menyebutkan, harga telur yang ia jual saat ini masih berada pada kisaran normal. Tidak ada penurunan harga yang signifikan sejak libur sekolah.

"Kalau dari harga masih sama seperti biasa. Ada yang harga 45 ribu per karpet, ada yang 55 ribu, ada yang jumbonya juga 60 ribu per karpet," katanya.

Stabilnya harga telur di tingkat peternak juga didukung oleh pasokan yang masih stabil. Para pelaku usaha berharap stabilitas harga dan pasokan telur di Bengkulu dapat terus terjaga hingga setelah masa libur panjang berakhir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....