Avoidant dan Anxious, Dua Pola Keterikatan

  • 28 Jan 2026 10:57 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dalam hubungan, setiap orang memiliki cara berbeda dalam memberi dan menerima kedekatan emosional. Perbedaan ini dikenal sebagai pola keterikatan atau attachment style yang memengaruhi dinamika hubungan.

Anxious attachment ditandai dengan kebutuhan akan perhatian dan kepastian yang tinggi. Orang dengan pola ini cenderung mudah cemas, takut ditinggalkan, dan sensitif terhadap perubahan sikap pasangan.

Sebaliknya, avoidant attachment muncul pada individu yang cenderung menjaga jarak emosional. Mereka merasa tidak nyaman dengan kedekatan berlebihan dan lebih memilih kemandirian dalam hubungan.

Menariknya, pola anxious dan avoidant sering saling bertemu dalam satu hubungan. Saat yang satu mengejar kedekatan, yang lain justru menarik diri, menciptakan pola tarik-ulur yang melelahkan.

Pola keterikatan ini biasanya terbentuk sejak masa kecil. Pengalaman dengan orang tua atau pengasuh berperan besar dalam membentuk cara seseorang memandang kedekatan dan rasa aman.

Meski terdengar rumit, pola attachment bukan sesuatu yang tidak bisa berubah. Dengan kesadaran diri dan komunikasi sehat, seseorang dapat bergerak menuju pola keterikatan yang lebih aman atau secure.

Memahami apakah diri cenderung anxious atau avoidant menjadi langkah awal membangun hubungan yang lebih sehat. Hubungan yang kuat tumbuh dari saling memahami, bukan saling mengubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....