Wabup Bengkalis Harap RRI Perkuat Peran sebagai Corong Masyarakat Perbatasan
- 22 Sep 2026 15:24 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso berharap keberadaan Radio Republik Indonesia (RRI) Bengkalis dapat semakin memperkuat perannya sebagai corong informasi masyarakat di wilayah perbatasan.
Menurutnya, RRI memiliki posisi strategis untuk menyuarakan berbagai persoalan sekaligus potensi masyarakat Bengkalis, khususnya yang berada di kawasan pesisir dan kepulauan yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.
Harapan tersebut disampaikan Bagus Santoso dalam acara ramah tamah bersama Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, jajaran Direksi LPU, Kepala Stasiun RRI Pekanbaru, Kepala Stasiun RRI Padang, unsur Forkopimda, serta angkasawan dan angkasawati RRI Bengkalis, di wisma sri mahkota, Senin 21 september 2026.
Dalam kesempatan itu, Bagus menyoroti potensi ekonomi masyarakat perbatasan yang menurutnya perlu kembali diperkuat, salah satunya melalui terbukanya akses pasar lintas batas.
Ia mencontohkan hasil perkebunan masyarakat seperti kelapa dan pinang yang sebelumnya dapat dipasarkan ke Malaka menggunakan perahu. Menurutnya, aktivitas tersebut memberikan peluang ekonomi bagi petani dan pekebun di wilayah pesisir.
Namun, Bagus menilai perubahan regulasi dan persyaratan perdagangan lintas batas membuat aktivitas masyarakat menjadi semakin terbatas. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada berkurangnya semangat masyarakat untuk mengembangkan hasil perkebunan karena akses pasar yang semakin sulit.
“Bagaimana kita menghidupkan kembali lalu lintas batas yang ada di Selat Malaka. Tugas kita bersama. Melalui corong RRI kami berharap bagaimana negeri ini elok, negeri ini kembali berjaya sehingga rakyat kami yang ada di kepulauan khususnya dan di pesisir bisa hidup kembali, bisa bergairah kembali untuk berkebun, untuk bertani karena ada peluang-peluang pasar,” ujar Bagus.
Bagus berharap RRI dapat menjadi bagian dari upaya menyampaikan informasi mengenai potensi dan peluang ekonomi masyarakat perbatasan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang dapat membantu mereka memahami peluang pasar, kebijakan, sekaligus berbagai ketentuan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi lintas batas.
Ia mengatakan, regulasi tetap diperlukan untuk mengatur aktivitas perdagangan. Namun, persyaratan yang diberlakukan juga perlu memperhatikan kondisi petani dan pekebun yang memiliki kemampuan produksi berbeda dengan pelaku usaha dalam skala besar.
Karena itu, menurut Bagus, media publik seperti RRI dapat mengambil peran melalui pemberitaan dan edukasi yang membuka wawasan masyarakat mengenai peluang ekonomi di kawasan perbatasan.
Selain persoalan ekonomi, Bagus juga meminta RRI memperkuat edukasi mengenai bahaya narkoba. Posisi Bengkalis yang berada di jalur lintas batas internasional dinilai membutuhkan perhatian khusus terhadap potensi penyalahgunaan jalur tersebut untuk peredaran narkotika.
Bagus mengingatkan agar wilayah Bengkalis tidak hanya dipandang sebagai jalur lintasan, tetapi juga harus dijaga agar tidak berkembang menjadi wilayah distribusi narkoba.
“Bagi RRI kami juga minta bagaimana kita memberikan pendidikan, edukasi terkait bahaya narkoba. Karena di sini lintas batas internasional,” katanya.
Menurut Bagus, edukasi melalui media menjadi penting untuk membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, mengenai dampak penyalahgunaan narkoba.
Ia berharap RRI Bengkalis dapat terus hadir di tengah masyarakat dengan mengangkat persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir dan kepulauan, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan RRI di Bengkalis dinilai memiliki arti penting karena radio dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki karakter geografis kepulauan dan pesisir.
Melalui pemberitaan, dialog, edukasi, dan informasi publik, RRI diharapkan tidak hanya menyampaikan perkembangan pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta mendapatkan informasi yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.
Bagus menilai penguatan ekonomi masyarakat dan pencegahan narkoba merupakan dua hal yang perlu berjalan bersama. Masyarakat membutuhkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan, sementara lingkungan sosial juga harus dijaga dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, RRI, aparat penegak hukum, dan seluruh unsur masyarakat dapat terus diperkuat untuk membangun Bengkalis sebagai kawasan perbatasan yang produktif, aman, dan memiliki daya saing.
Keberadaan RRI Bengkalis diharapkan dapat terus menjadi bagian dari proses tersebut, dengan menjalankan fungsi informasi, edukasi, dan pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Bengkalis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....