KKI 2026 Berpotensi Suntik Rp3,5 Miliar ke Ekonomi Bengkalis

  • 16 Sep 2026 21:06 WIB
  •  Bengkalis

RRI,CO.ID, Bengkalis – Pelaksanaan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis dinilai tidak hanya memberikan dampak pada pengembangan teknologi kemaritiman, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Kehadiran 52 perguruan tinggi dengan hampir 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia selama tujuh hari menciptakan aktivitas ekonomi melalui kebutuhan konsumsi, akomodasi, transportasi, perdagangan dan jasa.

Peneliti Kebijakan Wilayah Pesisir dan Kepulauan sekaligus Dosen Teknik Konstruksi Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik, Ali Yusa, mengatakan kedatangan peserta dari luar daerah dapat menjadi economic injection atau injeksi permintaan baru bagi perekonomian Bengkalis.

“Uang yang dibawa dari daerah asal peserta dibelanjakan untuk makanan, penginapan, transportasi, perdagangan, jasa, hingga berbagai kebutuhan selama penyelenggaraan KKI,” kata Ali Yusa, Selasa 15 September 2026.

Ia memperkirakan, dengan asumsi sekitar 1.000 peserta dan delegasi tinggal selama tujuh hari serta rata-rata pengeluaran Rp500 ribu per orang per hari, potensi belanja langsung yang tercipta di Bengkalis mencapai sekitar Rp3,5 miliar.

Nilai tersebut belum memasukkan belanja penyelenggara, panitia, sponsor, vendor, kebutuhan perlombaan maupun pengeluaran masyarakat dan pengunjung lainnya.

Jika menggunakan asumsi efek pengganda ekonomi atau economic multiplier pada kisaran 1,3 hingga 1,55, aktivitas ekonomi yang ditimbulkan berpotensi mencapai sekitar Rp4,55 miliar hingga Rp5,43 miliar.

Namun Ali menegaskan, angka tersebut merupakan simulasi dan bukan data transaksi aktual selama KKI 2026.

“Nilai sebenarnya baru dapat diketahui melalui survei terhadap peserta, penyelenggara, pelaku usaha, hotel, restoran, transportasi dan pemasok lokal,” jelasnya.

Menurut Ali, dampak ekonomi kegiatan tidak berhenti pada transaksi pertama. Ketika peserta membelanjakan uang untuk makanan, misalnya, transaksi tersebut menjadi pendapatan bagi rumah makan. Selanjutnya rumah makan membeli bahan pangan, membayar pekerja, menggunakan jasa transportasi dan memenuhi kebutuhan operasional lainnya.

Rangkaian transaksi tersebut kemudian menciptakan efek pengganda bagi sektor ekonomi lainnya. Sejumlah sektor yang berpotensi menerima manfaat antara lain akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan, jasa dan UMKM.

Sektor kuliner menjadi salah satu yang berpotensi memperoleh tambahan permintaan. Dengan asumsi pengeluaran makanan dan minuman sekitar Rp175 ribu per orang per hari, potensi belanja sektor kuliner selama tujuh hari diperkirakan mencapai sekitar Rp1,23 miliar. Belanja tersebut selanjutnya dapat mengalir kepada pedagang bahan pangan, nelayan, petani, pekerja, pemasok dan penyedia jasa lainnya.

Ali mengatakan, KKI 2026 menunjukkan bahwa event nasional dapat memberikan dampak ekonomi di luar tujuan utama kegiatan.

Dalam perspektif pembangunan wilayah, aktivitas ekonomi yang muncul selama KKI dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah, terutama apabila transaksi yang terjadi melibatkan sebanyak mungkin pelaku usaha lokal.

“Ukuran keberhasilan ekonomi sebuah event bukan hanya berapa uang yang masuk, tetapi juga berapa besar uang tersebut tinggal dan berputar di Bengkalis,” ujarnya.

Dengan demikian, KKI 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi teknologi kapal mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum bagi Bengkalis untuk memanfaatkan kedatangan peserta dari berbagai daerah sebagai peluang memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....